Pojok Budaya : Mengenal Hari, Bulan, dan Tahun dalam Penanggalan Jawa
maz_yon 27 Juni 2025 07:49:14 WIB
TEPUS (desatepus.gunungkidulkab.go.id) – Masyarakat jawa dengan segala keunikannya mempunyai perhitungan sendiri untuk penanggalan atau kalender dalam satu tahun. Penanggalan sangat berpengaruh untuk penentuan hari baik, hari naas, waktu pelaksanaan adat atau pun tradisi, dan lain sebagainya.
Satu tahun dalam kalender Jawa memiliki umur 354 3/8 hari. Untuk itu terdapat siklus delapan tahun yang disebut sebagai windu. Dalam satu windu terdapat delapan tahun yang masing-masing memiliki nama tersendiri; Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. Tahun Ehe, Dal, dan Jimakir memiliki umur 355 hari dan dikenal sebagai tahun panjang (Taun Wuntu), sedang sisanya 354 hari dikenal sebagai tahun pendek (Taun Wastu). Pada tahun panjang tersebut, bulan Besar sebagai bulan terakhir memiliki umur 30 hari.
Selain itu, terdapat siklus empat windu berumur 32 tahun di mana nama hari, pasaran, tanggal, dan bulan akan tepat berulang atau disebut tumbuk. Keempat windu dalam siklus itu diberi nama Kuntara, Sangara, Sancaya, dan Adi. Tiap windu tersebut memiliki lambang sendiri, Kulawu dan Langkir. Masing-masing lambang berumur 8 tahun, sehingga siklus total dari lambang berumur 16 tahun.
Meski demikian, masih ada perbedaan perhitungan antara tahun Jawa dan tahun Hijiriyah. Tiap 120 tahun sekali, akan ada perbedaan satu hari pada kedua sistem penanggalan tersebut. Maka pada saat itu tahun Jawa diberi tambahan satu hari. Periode 120 tahun ini disebut dengan khurup. Sampai awal abad 21 ini, telah terdapat empat khurup; Khurup Jumuwah Legi/Amahgi (1555 J-1627 J/1633 M-1703 M), Khurup Kemis Kliwon/Amiswon (1627 J-1747 J/1703 M-1819 M), Khurup Rebo Wage/Aboge (1867 J-1987 J/1819 M-1963 M), dan Khurup Selasa Pon/Asapon (1867 J-1987 J/1936 M-2053 M). Nama khurup yang berlangsung mengacu pada jatuhnya hari pada tanggal 1 bulan Sura tahun Alip. Pada Khurup Asapon, tanggal 1 bulan Sura tahun Alip akan selalu jatuh pada hari Selasa Pon selama kurun waktu 120 tahun.
Dalam penanggalan Jawa ada siklus harian yang masih dipakai sampai saat ini adalah saptawara ( siklus tujuh hari) dan pancawara (siklus lima hari). Saptawara, atau padinan, terdiri dari Ngahad (Ahad artinya satu), Senen (Itsnain artinya dua), Selasa (Tsalatsa artinya tiga), Rebo (Arba'a artinya empat), Kemis (khamsah artinya 5), Jemuwah (Jum'ah), dan Setu (Sabtu). Sedang pancawara terdiri dari Kliwon, Legi, Pahing, Pon, dan Wage. Pancawara juga biasa disebut sebagai pasaran.
Kalender Jawa memiliki dua belas bulan. Bulan-bulan tersebut ialah; Sura, Sapar, Mulud, Bakdamulud, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rejeb, Ruwah, Pasa, Sawal, Dulkangidah, dan Besar. Umur tiap bulan berselang-seling antara 30 dan 29 hari.
Komentar atas Pojok Budaya : Mengenal Hari, Bulan, dan Tahun dalam Penanggalan Jawa
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Pemerintah Kalurahan Tepus Ikuti Rapat Pendampingan Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis
- Penarikan PBB P2 Tahap 2 di Padukuhan Tepus III Berjalan Sukses, Capaian 85,65%
- Pengurus Perpustakaan Bintang Pustaka Kalurahan Tepus Ikuti Rapat Evaluasi Pemanfaatan Perpustakaan
- Kalurahan Tepus Laksanakan Musrenbang Kalurahan Perubahan RPJMKal Tahun 2022–2029
- Babinsa Kalurahan Tepus Resmi Berganti, Serda Anas Prasetya Mulai Bertugas
- Apel Rutin Pamong Kalurahan Tepus Bahas Agenda Pelayanan dan Kegiatan Pemerintahan
- Wujud Empati, Lurah Tepus Beserta Pamong Kalurahan Laksanakan Takziah Usai Apel Pagi
Komentar Terkini
-
Aep Rukmana Mustopa
Ijin bertanya, saya adalah mantan penerima bansos ...baca selengkapnya
11 Juni 2026 09:55:53 WIB -
Dea amelia
Saya seorang ibu dengan 2 anak yang masih balita s...baca selengkapnya
10 Juni 2026 07:51:55 WIB -
kiky
semoga bisa makin sukses...baca selengkapnya
09 Juni 2026 10:08:36 WIB -
Benmy praat
Saya umur52 thn anak 2 tidak ada kerja atau pengan...baca selengkapnya
09 Juni 2026 09:00:06 WIB -
Melyani
Assalamualaikum saya dari Cirebon Palimanan barat,...baca selengkapnya
08 Juni 2026 14:22:52 WIB -
Ika suhartika
Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
11 Mei 2026 18:41:10 WIB -
Yosa Hartoyo
Sy 61 thn duda tanpa anak tinggal di Karang Tengah...baca selengkapnya
30 April 2026 22:29:31 WIB -
Anova
Terimakasih banyak kepada Kalurahan Tepus atas res...baca selengkapnya
27 April 2026 20:02:04 WIB -
Mei nurtanti
Saya tinggal d rusunawa 1 begalon,panularan ,lawey...baca selengkapnya
04 April 2026 07:07:12 WIB -
Suhardi
Selamat bertugas semoga masyarat Kanigoro sejahter...baca selengkapnya
18 Januari 2026 05:08:06 WIB
Sugeng Rawuh
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |












