Budaya : Panggih Temu Penganten Gagrak Ngayogyakarta, Simbol Sakral Adat Jawa

RISMEL 15 Oktober 2025 22:32:27 WIB

Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id) - Prosesi adat panggih temu penganten menjadi salah satu momen paling sakral dalam rangkaian upacara pernikahan adat Jawa, khususnya gagrak Ngayogyakarta. Setelah berlangsungnya ijab qabul yang penuh khidmat dengan busana putih melambangkan kesucian, prosesi panggih menjadi simbol pertemuan resmi antara pengantin pria dan wanita di hadapan keluarga besar serta para tamu.

Dalam pelaksanaannya, prosesi ini diawali dengan kirab pengantin pria menuju kediaman mempelai wanita, diiringi oleh keluarga dan pengiring dengan penuh tata krama. Saat tiba, kedua mempelai dipertemukan di halaman, lalu dilakukan rangkaian simbolik seperti balangan gantal (saling melempar sirih), wijik (pembasuhan kaki), dan kacar-kucur yang melambangkan kesediaan suami menafkahi keluarga. Setelah itu dilanjutkan dengan dhahar klimah, sungkeman kepada orang tua, hingga pungkasan berupa doa restu bersama.

Makna dari upacara panggih ini sangat dalam. Ia melambangkan penyatuan dua insan yang berbeda menjadi satu ikatan suci rumah tangga, serta menjadi perwujudan rasa hormat kepada orang tua dan leluhur. Setiap langkah dalam prosesi memiliki filosofi tentang kesetiaan, tanggung jawab, dan keseimbangan dalam membangun kehidupan bersama.

Rangkaian acara adat tersebut berlangsung di Yogyakarta pada 12 Oktober 2025, dalam pernikahan Meri Nur Fitriani dan Aditya Wijaya. Nuansa tradisi Jawa yang kental berpadu dengan suasana haru dan bahagia, menjadikan momen panggih temu penganten ini tak hanya berkesan bagi kedua mempelai, tetapi juga menjadi simbol lestarinya budaya luhur Jawa di tengah kehidupan modern.

 

Sumber: Dikutip dari hasil liputan langsung acara pernikahan Meri Nur Fitriani dan Aditya Wijaya di Yogyakarta serta referensi budaya adat Jawa gagrak Ngayogyakarta. 

Link : https://www.detik.com/jogja/budaya/d-7640278/upacara-panggih-manten-sejarah-tujuan-perlengkapan-urutan-filosofi?utm_source=chatgpt.com

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Ika suhartika
    Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
    11 Mei 2026 18:41:10 WIB
  • Yosa Hartoyo
    Sy 61 thn duda tanpa anak tinggal di Karang Tengah...baca selengkapnya
    30 April 2026 22:29:31 WIB
  • Anova
    Terimakasih banyak kepada Kalurahan Tepus atas res...baca selengkapnya
    27 April 2026 20:02:04 WIB
  • Mei nurtanti
    Saya tinggal d rusunawa 1 begalon,panularan ,lawey...baca selengkapnya
    04 April 2026 07:07:12 WIB
  • Suhardi
    Selamat bertugas semoga masyarat Kanigoro sejahter...baca selengkapnya
    18 Januari 2026 05:08:06 WIB
  • Sunoto
    Selamat menjalankan tugas,sebagai dukuh kanigoro,n...baca selengkapnya
    04 Januari 2026 23:20:09 WIB
  • Alika Avilia
    Jaga kesehatan dimasa pensiun...baca selengkapnya
    02 Januari 2026 09:05:23 WIB
  • Kuwatin
    Jaga kesehatan dimasa pensiun...baca selengkapnya
    06 Oktober 2025 12:36:58 WIB
  • Elida
    Saya ibu tunggal dengan 2 anak yang satu bekerja d...baca selengkapnya
    02 Oktober 2025 23:14:29 WIB
  • Ismail Ibrahim
    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pe...baca selengkapnya
    23 September 2025 07:57:41 WIB
Galeri Foto
Real Time
Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di DI Yogyakarta
104506
Sel, 3 Maret
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial