GUNUNGKIDUL DI USIA 189 TAHUN
maz_yon 27 Mei 2020 04:21:50 WIB
TEPUS (SIDA SAMEKTA) - Tepat pada tanggal 27 Mei 2020 hari ini Kabupaten Gunungkidul memasuki usia ke-189 tahun. Sebagaimana diketahui Kabupaten Gunungkidul lahir sejak tahun 1831. Peringatan hari jadi kali ini bertema “MEMETRI BUDAYA: Kanthi Greget Memetri Budaya Kang Adiluhung, Gya Kita Mbrastha Corona Saka Bumi Handayani.”
Angka 189 bebentuk siluet tokoh pewayangan Arjuna/Janaka. Arjuna / Janaka adalah Ksatria yang berwajah rupawan, seperti halnya keindahan dan keelokan potensi alam di Kabupaten Gunungkidul, Angka 189 berwarna emas, melambangkan kejayaan atau sebuah pencapaian besar dari cita-cita dan harapan agar Kabupaten Gunungkidul dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas, hingga keseluruh dunia.
Tulisan GK adalah ambigram yang terbentuk dari inisal Gunungkidul. Melambangkan masyarakat Gunungkidul yang percaya diri, harmonis, dinamis dan empan papan ( mampu menempatkan diri sesuai situasi dan kondisi ).
Bulan sabit adalah simbol dari semangat pembaruan munuju masyarakat Gunungkidul yang maju, mandiri dan Handayani (memberi manfaat/migunani tumapring liyan). Bulan sabit berwarna merah dan kuning, diambil dari warna Podhang Ngisep Sari, yang menggarmbarkan masyarakat Gunungkidul yang mencapai kesejahteraan namun tetap saling menghargai satu sama lain.
Tema Memetri Budaya dapat diartikan menggali, menjaga, memelihara dan melestarikan potensi budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan Budaya Nasional Indonesia.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Pagelaran Wayang Kulit Meriahkan Tradisi Rasulan Padukuhan Ngasem
- Selain Rasulan Ngasem-Singkil, Lurah Tepus Lanjut Hadir Dalam Adat Nyadran Mbah Panjer
- Sri Mulih, Lakon Wayang Ruwatan Rasulan Singkil-Ngasem, Inilah Makna yang Terkandung di Dalamnya!
- Lurah Bersama Pamong Hadir Dalam Rasulan Singkil dan Ngasem, Maknai Adat Warisan Leluhur
- Apel Rutin Pamong Kalurahan Tepus, Lurah Ingatkan Penarikan PBB dan Disiplin Kehadiran
- From EQUALITY TO EQUITY : Edukasi Gender Sebagai Upaya Penghapusan Diskriminasi
- Sebelum Adat Rasulan, Warga Singkil Ngasem Gelar Ritual Adat Bersik Telaga Tlempek
Komentar Terkini
-
Ika suhartika
Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
11 Mei 2026 18:41:10 WIB -
Yosa Hartoyo
Sy 61 thn duda tanpa anak tinggal di Karang Tengah...baca selengkapnya
30 April 2026 22:29:31 WIB -
Anova
Terimakasih banyak kepada Kalurahan Tepus atas res...baca selengkapnya
27 April 2026 20:02:04 WIB -
Mei nurtanti
Saya tinggal d rusunawa 1 begalon,panularan ,lawey...baca selengkapnya
04 April 2026 07:07:12 WIB -
Suhardi
Selamat bertugas semoga masyarat Kanigoro sejahter...baca selengkapnya
18 Januari 2026 05:08:06 WIB -
Sunoto
Selamat menjalankan tugas,sebagai dukuh kanigoro,n...baca selengkapnya
04 Januari 2026 23:20:09 WIB -
Alika Avilia
Jaga kesehatan dimasa pensiun...baca selengkapnya
02 Januari 2026 09:05:23 WIB -
Kuwatin
Jaga kesehatan dimasa pensiun...baca selengkapnya
06 Oktober 2025 12:36:58 WIB -
Elida
Saya ibu tunggal dengan 2 anak yang satu bekerja d...baca selengkapnya
02 Oktober 2025 23:14:29 WIB -
Ismail Ibrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pe...baca selengkapnya
23 September 2025 07:57:41 WIB
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |












