Profil Kalurahan Tepus

maz_yon 07 Juni 2026 21:36:08 WIB

 

Abstraksi 

Kalurahan Tepus merupakan salah satu kalurahan di Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang memiliki karakteristik wilayah pesisir selatan dengan bentang alam karst Gunung Sewu. Luas wilayah mencapai 2.852,22 hektare dan secara administratif terdiri atas 20 padukuhan, 20 RW, dan 89 RT dengan jumlah penduduk 9.613 jiwa pada tahun 2025. Kondisi geografis berupa lahan kering tadah hujan dan perbukitan kapur membentuk pola kehidupan masyarakat yang sangat bergantung pada sektor pertanian, pariwisata, serta pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal.

Kajian sejarah menunjukkan bahwa eksistensi Tepus telah dikenal sejak masa lampau, baik melalui tradisi lisan maupun berbagai dokumen historis seperti peta kolonial Belanda, Inlandsche Gemeente Ordonnantie (IGO) Tahun 1906, serta Rijksblad Kasultanan Yogyakarta Tahun 1916. Kalurahan Tepus dalam bentuknya saat ini merupakan hasil penggabungan Kalurahan Blekonang, Kalurahan Tepus, dan Kalurahan Dloka berdasarkan Maklumat Nomor 5 Tahun 1948, yang hingga kini diperingati sebagai Hari Jadi Kalurahan Tepus.

Selain memiliki potensi sumber daya alam dan posisi strategis pada jalur wisata selatan Gunungkidul, Kalurahan Tepus juga dikenal sebagai wilayah yang kaya akan seni, adat, dan tradisi. Berbagai upacara adat seperti Rasulan, Bersih Telaga, Larungan, Pasang Gawar, Kenduri, hingga tradisi siklus kehidupan masyarakat masih dilaksanakan secara turun-temurun. Di bidang kesenian, berkembang berbagai kelompok jathilan, karawitan, ketoprak, reog, gejog lesung, seni tari, hadroh, dan macapatan yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat.

Keberagaman potensi sejarah, sosial, budaya, dan sumber daya lokal tersebut menjadikan Kalurahan Tepus memiliki modal penting dalam pembangunan berbasis kearifan lokal. Status sebagai Kalurahan Rintisan Budaya semakin memperkuat komitmen masyarakat dan pemerintah kalurahan dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya sebagai aset pembangunan yang berkelanjutan.

 

Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Ika suhartika
    Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
    11 Mei 2026 18:41:10 WIB
  • Yosa Hartoyo
    Sy 61 thn duda tanpa anak tinggal di Karang Tengah...baca selengkapnya
    30 April 2026 22:29:31 WIB
  • Anova
    Terimakasih banyak kepada Kalurahan Tepus atas res...baca selengkapnya
    27 April 2026 20:02:04 WIB
  • Mei nurtanti
    Saya tinggal d rusunawa 1 begalon,panularan ,lawey...baca selengkapnya
    04 April 2026 07:07:12 WIB
  • Suhardi
    Selamat bertugas semoga masyarat Kanigoro sejahter...baca selengkapnya
    18 Januari 2026 05:08:06 WIB
  • Sunoto
    Selamat menjalankan tugas,sebagai dukuh kanigoro,n...baca selengkapnya
    04 Januari 2026 23:20:09 WIB
  • Alika Avilia
    Jaga kesehatan dimasa pensiun...baca selengkapnya
    02 Januari 2026 09:05:23 WIB
  • Kuwatin
    Jaga kesehatan dimasa pensiun...baca selengkapnya
    06 Oktober 2025 12:36:58 WIB
  • Elida
    Saya ibu tunggal dengan 2 anak yang satu bekerja d...baca selengkapnya
    02 Oktober 2025 23:14:29 WIB
  • Ismail Ibrahim
    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pe...baca selengkapnya
    23 September 2025 07:57:41 WIB
Galeri Foto
Sugeng Rawuh
Real Time
Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di DI Yogyakarta
104506
Sel, 3 Maret
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial