Rangkaian Acara Saat Menghadapi Kegiatan Sosial - Kematian (Lelayu)
Mas Danarta 10 Desember 2023 17:18:47 WIB
Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id) - Kematian atau warga Kalurahan Tepus sering menyebutnya berita lelayu, merupakan kabar duka yang menaruh banyak simpati dan empati masyarakat atas meninggalnya seseorang sesuai yang telah digariskan oleh Sang Pencipta. Sudah menjadi kebiasaan, baik secara spiritual keagamaan maupun adat istiadat bahwa adanya kematian akan mengundang kepedulian sosial yang tinggi. Adapun beberapa hal yang wajar dan umum dilakukan di Kalurahan Tepus saat menghadapi adanya berita lelayu diantaranya :
1. Diumumkan di masjid
Informasi berita lelayu akan disebarluaskan salah satunya melalui takmir masjid yang akan memberikan pengumuman.
2. Mensucikan jenazah
Warga masyarakat terdekat dan sanak saudara akan senantiasa menghampiri rumah duka. Kemudian melakukan pemandian jenazah, pembungkusan dengan kain kafan, dan di sholatkan (bagi yang beragama muslim).
3. Tradisi melayat
Warga masyarakat luas dan kerabat melayat untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga yang berduka.
4. Tradisi angkating layon
Angkating layon berarti proses upacara penghormatan terakhir sebelum menuju pemakaman. Jenazah didalam keranda akan diangkat dan ditopang. Disini biasanya pemangku wilayah akan menceritakan secara singkat riwayat hidup seseorang yang telah meninggal tersebut. Kemudian tokoh agama akan memandu pembaca doa angkating layon. Biasanya juga akan dilakukan tradisi tlusupan atau berjalan menunduk mengelilingi keranda yang dilakukan oleh keluarga untuk penghormatan terakhir.
5. Proses penguburan
Setelah selesai angkating layon, jenazah akan dibawa menuju pemakaman terdekat, kemudian dimakamkan sesuai dengan tata cara yang berlaku. Sebelumnya penggalian kubur telah dilaksanakan oleh masyarakat.
6. Kenduri dan doa bersama
Usai pemakaman, tuan rumah yang dibantu warga menyiapkan hidangan untuk kenduri selametan yang bernama surtanah atau ngesur tanah (selamatan hari kematian). Mirip seperti kenduri pada umumnya, ada beberapa hidangan yang tersaji. Biasanya ada ketan, jenang, apem, serta makanan kesukaan almarhum atau almarhumah saat masih hidup.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Pertemuan Rutin Desa Prima, Bahas Penguatan Peran Perempuan dan Kemandirian Ekonomi
- Panen Jagung Demplot Gapoktan Tepus, Wujud Sinergi dan Semangat Ketahanan Pangan
- Kelompok Smaratri Binangun Berkunjung, Gladhen Bareng dengan Purbo Laras
- Salah Satu Putra Terbaik dari Pudak Kalurahan Tepus, Jabat Kasatlantas Polres Gunungkidul
- Surat Edaran Bupati Gunungkidul Nomor 70 Tahun 2025, Memuat Libur dan Cuti Bersama Tahun 2026
- Penarikan KKN Politeknik LPP Yogyakarta Setelah Dua Minggu Pengabdian di Masyarakat Tepus
- SLB Puspa Melati Padukuhan Pudak Semarakkan Hari Jadi DIY ke-271
















