Ribuan Warga Gunungkidul Dicoret dari BPJS Kesehatan PBI
maz_yon 24 Juni 2025 21:15:09 WIB
TEPUS (desatepus.gunungkidulkab.go.id) – Puluhan ribu warga Gunungkidul yang selama ini terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) resmi dinonaktifkan mulai 1 Juni 2025. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta, M. Idar Aries, menjelaskan bahwa penonaktifan tersebut merupakan tindak lanjut dari terbitnya Keputusan Menteri Sosial (Kepmensos) Nomor 80/HUK/2025. Sebanyak 18.920 jiwa peserta BPJS Kesehatan PBI di Gunungkidul dinonaktifkan per 1 Juni 2025.
Menurut Idar, penyebab utama penonaktifan peserta PBI adalah hasil pemadanan dan sinkronisasi data kependudukan serta kondisi sosial ekonomi peserta. Meski begitu, Idar menegaskan bahwa warga masih bisa mendapatkan perlindungan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Caranya, dengan mendaftar ulang sebagai peserta mandiri atau melalui bantuan dari pemerintah daerah.
Langkah ini penting agar warga tetap bisa mengakses layanan kesehatan meski status kepesertaan PBI dinonaktifkan. Sekretaris Dinas Sosial PPA Gunungkidul, Nurrudin Araniri, menjelaskan bahwa PBI memiliki dua jenis sumber pendanaan yakni dari APBD dan APBN. Untuk peserta yang ditanggung APBD, Dinas Sosial rutin melakukan verifikasi tiap tiga bulan.
Untuk peserta PBI yang dibiayai APBN, penonaktifan biasanya terjadi karena masalah administrasi hukum. Misalnya, penerima tercatat memiliki badan usaha seperti CV, kemudian pekerja formal meliputi PNS, aparat desa, hingga anggota TNI/Polri. Ada juga kasus di mana satu keluarga dalam satu KK dicoret semua karena datanya tidak sinkron, Kriteria lain yang membuat warga terhapus dari kepesertaan yakni tagihan listrik rumah tangga di atas 2.200 VA. Hal ini dianggap sebagai indikator kemampuan ekonomi yang lebih baik. Bagi warga yang merasa dirugikan atau kebingungan karena penonaktifan ini, Dinas Sosial Gunungkidul membuka layanan konsultasi di Mal Pelayanan Publik (MPP) maupun kantor Dinsos PPA.
(dikutip dari : https://gunungkidul.sorot.co/berita-111672-puluhan-ribu-warga-gunungkidul-dicoret-dari-bpjs-kesehatan-pbi.html Rabu, 04 Juni 2025 )
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Selain Rasulan Ngasem-Singkil, Lurah Tepus Lanjut Hadir Dalam Adat Nyadran Mbah Panjer
- Sri Mulih, Lakon Wayang Ruwatan Rasulan Singkil-Ngasem, Inilah Makna yang Terkandung di Dalamnya!
- Lurah Bersama Pamong Hadir Dalam Rasulan Singkil dan Ngasem, Maknai Adat Warisan Leluhur
- Apel Rutin Pamong Kalurahan Tepus, Lurah Ingatkan Penarikan PBB dan Disiplin Kehadiran
- From EQUALITY TO EQUITY : Edukasi Gender Sebagai Upaya Penghapusan Diskriminasi
- Sebelum Adat Rasulan, Warga Singkil Ngasem Gelar Ritual Adat Bersik Telaga Tlempek
- Sambang Jaga Warga Polda DIY di Pudak, Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas dan Lindungi Generasi Muda
Komentar Terkini
-
Ika suhartika
Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
11 Mei 2026 18:41:10 WIB -
Yosa Hartoyo
Sy 61 thn duda tanpa anak tinggal di Karang Tengah...baca selengkapnya
30 April 2026 22:29:31 WIB -
Anova
Terimakasih banyak kepada Kalurahan Tepus atas res...baca selengkapnya
27 April 2026 20:02:04 WIB -
Mei nurtanti
Saya tinggal d rusunawa 1 begalon,panularan ,lawey...baca selengkapnya
04 April 2026 07:07:12 WIB -
Suhardi
Selamat bertugas semoga masyarat Kanigoro sejahter...baca selengkapnya
18 Januari 2026 05:08:06 WIB -
Sunoto
Selamat menjalankan tugas,sebagai dukuh kanigoro,n...baca selengkapnya
04 Januari 2026 23:20:09 WIB -
Alika Avilia
Jaga kesehatan dimasa pensiun...baca selengkapnya
02 Januari 2026 09:05:23 WIB -
Kuwatin
Jaga kesehatan dimasa pensiun...baca selengkapnya
06 Oktober 2025 12:36:58 WIB -
Elida
Saya ibu tunggal dengan 2 anak yang satu bekerja d...baca selengkapnya
02 Oktober 2025 23:14:29 WIB -
Ismail Ibrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pe...baca selengkapnya
23 September 2025 07:57:41 WIB
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |










