Profil Veni Puspita, Sinden Jathilan Muda Berbakat dari Tegalweru
maz_yon 03 Agustus 2025 16:24:43 WIB
Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id) - Dunia kesenian tradisional Jawa di Kalurahan Tepus terus melahirkan bintang-bintang muda yang membawa angin segar bagi pelestarian budaya. Salah satunya adalah Veni Puspitasari, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Veni Puspita, seorang sinden jathilan berbakat asal Padukuhan Tegalweru, Kalurahan Tepus. Dengan suara merdu dan penampilan memukau, Veni berhasil mencuri perhatian pecinta seni tradisi, tidak hanya di daerahnya tetapi juga di berbagai panggung pertunjukan di wilayah Gunungkidul.
Veni Puspitasari merupakan putri dari Bp Wasolo dan Ibu Samtini tinggal di Padukuhan Tegalweru RT 01 RW 02, lahir dan besar di lingkungan yang kental dengan nilai-nilai budaya Jawa. Darah seninya mengalir dari ayahnya. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan kesenian tradisional, terutama jathilan dan seni olah vokal, yang sering ditampilkan dalam acara-acara lokal. Ketertarikannya pada dunia sinden mulai terlihat saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia sering menyaksikan para sinden senior membawakan lagu-lagu Jawa dengan penuh penghayatan, dan hal itu memicu keinginannya untuk mengikuti jejak mereka.
Dibimbing oleh para seniman lokal, Veni mulai belajar menjadi sinden secara serius. Ia tak hanya mengasah vokal, tetapi juga mempelajari tembang Jawa, gerak tari, dan improvisasi dalam pertunjukan jathilan. Kemampuannya berkembang pesat berkat ketekunan dan bakat alaminya.
Jathilan adalah seni pertunjukan yang memadukan tarian, musik, dan unsur magis. Sebagai sinden, Veni Puspita memiliki peran penting dalam menghidupkan suasana pertunjukan. Suaranya yang lantang dan penuh emosi mampu membawa penonton larut dalam dinamika permainan.
Veni dikenal dengan gaya menyanyi yang dinamis, mengikuti alur permainan jathilan yang kadang penuh kejutan. Ia pandai berimprovisasi, baik dalam lirik maupun nada, sehingga penampilannya selalu segar dan menghibur. Hebatnya lagi, selain mampu sebagai sinden, Veni juga mampu tampil baik sebagai penari jaranan dalam pertunjukan jathilan itu sendiri. Tak heran jika namanya semakin populer di kalangan penggemar seni tradisional jathilan.
Dikenal sebagai Veni Puspita
Nama Veni Puspita menjadi semakin terkenal setelah beberapa videonya viral di media sosial. Penampilannya yang enerjik dan suara khasnya membuat banyak orang terkesan. Banyak yang menyebut bahwa Veni adalah generasi penerus sinden jathilan yang mampu membawa kesenian ini tetap relevan di era modern.
Selain tampil di acara-acara lokal, Veni juga sering diundang ke berbagai pentas jathilan di Gunungkidul bahkan sampai ke wilayah lain di Yogyakarta. Ia menjadi bukti bahwa seni tradisional tetap diminati jika dikemas dengan apik dan dibawakan oleh talenta muda yang penuh bakat.
Mimpi dan Harapan untuk Budaya Jawa
Di tengah popularitasnya, Veni tetap rendah hati dan berkomitmen untuk terus belajar. Baginya, melestarikan budaya Jawa adalah salah satu tanggung jawab generasi muda.
"Saya ingin kesenian jathilan tetap hidup dan dikenal oleh anak-anak muda. Jangan sampai budaya kita hilang hanya karena kurangnya regenerasi," ujarnya dalam wawancara dengan redaksi.
Veni Puspitasari, atau Veni Puspita, adalah contoh nyata bagaimana bakat, kerja keras, dan kecintaan pada budaya dapat melahirkan seniman tradisional yang inspiratif. Dengan semangatnya, ia tidak hanya menghidupkan kesenian jathilan, tetapi juga membuktikan bahwa seni tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat.
Kita berharap Veni terus bersinar dan menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya Jawa.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Pagelaran Wayang Kulit Meriahkan Tradisi Rasulan Padukuhan Ngasem
- Selain Rasulan Ngasem-Singkil, Lurah Tepus Lanjut Hadir Dalam Adat Nyadran Mbah Panjer
- Sri Mulih, Lakon Wayang Ruwatan Rasulan Singkil-Ngasem, Inilah Makna yang Terkandung di Dalamnya!
- Lurah Bersama Pamong Hadir Dalam Rasulan Singkil dan Ngasem, Maknai Adat Warisan Leluhur
- Apel Rutin Pamong Kalurahan Tepus, Lurah Ingatkan Penarikan PBB dan Disiplin Kehadiran
- From EQUALITY TO EQUITY : Edukasi Gender Sebagai Upaya Penghapusan Diskriminasi
- Sebelum Adat Rasulan, Warga Singkil Ngasem Gelar Ritual Adat Bersik Telaga Tlempek
Komentar Terkini
-
Ika suhartika
Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
11 Mei 2026 18:41:10 WIB -
Yosa Hartoyo
Sy 61 thn duda tanpa anak tinggal di Karang Tengah...baca selengkapnya
30 April 2026 22:29:31 WIB -
Anova
Terimakasih banyak kepada Kalurahan Tepus atas res...baca selengkapnya
27 April 2026 20:02:04 WIB -
Mei nurtanti
Saya tinggal d rusunawa 1 begalon,panularan ,lawey...baca selengkapnya
04 April 2026 07:07:12 WIB -
Suhardi
Selamat bertugas semoga masyarat Kanigoro sejahter...baca selengkapnya
18 Januari 2026 05:08:06 WIB -
Sunoto
Selamat menjalankan tugas,sebagai dukuh kanigoro,n...baca selengkapnya
04 Januari 2026 23:20:09 WIB -
Alika Avilia
Jaga kesehatan dimasa pensiun...baca selengkapnya
02 Januari 2026 09:05:23 WIB -
Kuwatin
Jaga kesehatan dimasa pensiun...baca selengkapnya
06 Oktober 2025 12:36:58 WIB -
Elida
Saya ibu tunggal dengan 2 anak yang satu bekerja d...baca selengkapnya
02 Oktober 2025 23:14:29 WIB -
Ismail Ibrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pe...baca selengkapnya
23 September 2025 07:57:41 WIB
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |













