Tentang : Budaya SATRIYA
maz_yon 05 Maret 2026 10:45:33 WIB
Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id) - Peraturan Gubernur (Pergub) Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 19 Tahun 2022 tentang Budaya Pemerintahan adalah peraturan yang mengatur pedoman pelaksanaan nilai-nilai budaya pemerintahan untuk mewujudkan aparatur yang transparan, akuntabel, dan efisien di DIY. Peraturan ini menggantikan peraturan sebelumnya Pergub Prov. DIY No. 53 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Budaya Pemerintahan dan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 72 Tahun 2008 tentang Budaya Pemerintahan di Daerah Istimewa Yogyakarta karena sudah tidak sesuai dan menyelaraskan nilai kekhasan budaya Yogyakarta dengan nilai dasar seperti berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
- Rahayuning Bawana Kapurba Waskithaning Manungsa (kelestarian dan keselamatan ditentukan oleh kebijaksanaan manusia).
- Darmaning Satriya Mahanani Rahayuning Nagara (pengabdian ksatria menyebabkan kesejahteraan dan ketentraman negara).
- Rahayuning Manungsa Dumadi Karana Kamanungsane (kesejahteraan dan ketentraman manusia terjadi karena kemanusiaannya).
- Selaras,
- Akal budi Luhur-jatidiri,
- Teladan-keteladanan,
- Rela Melayani,
- Inovatif,
- Yakin dan percaya diri, dan
- Ahli-Profesional.
Budaya Pemerintahan SATRIYA adalah merupakan nilai-nilai yang terkandung di dalam filsofi Hamemayu Hayuning Bawana. SATRIYA memiliki dua makna.
- Pertama, SATRIYA dimaknai sebagai watak ksatria. Watak ksatria adalah sikap memegang teguh ajaran moral : sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh (konsentrasi, semangat, percaya diri dengan rendah hati, dan bertanggung jawab). Semangat dimaksud adalah golong gilig yang artinya semangat persatuan kesatuan antara manusia dengan Tuhannya dan sesama manusia. Sifat atau watak inilah yang harus menjiwai seorang aparatur dalam menjalankan tugasnya.
- Kedua, SATRIYA sebagai singkatan dari : Selaras, Akal budi Luhur-jatidiri, Teladan-keteladanan, Rela Melayani, Inovatif, Yakin dan percaya diri, dan Ahli-profesional. Masing-masing merupakan butir-butir dari falsafah Hamemayu Hayuning Bawana yang memiliki makna dan pengertian luhur yang selanjutnya dijabarkan dalam indikator-indikator perilaku sebagaimana uraian berikut.
Selaras artinya dalam kehidupan selalu menjaga kelestarian dan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, alam dan sesama manusia. Kata kuncinya adalah selaras.
Indikator perilaku :
- Taqwa, taat dan patuh pada nilai-nilai ajaran agama.
- Mencintai lingkungan hidup dengan peduli dan menjaga lingkungan alam sekitar.
- Memelihara kebersihan dan keindahan lingkungan kerja dan lingkungan hidup.
- Menjaga hubungan yang harmonis dengan keluarga, rekan kerja dan masyarakat.
Akal budi luhur-jatidiri artinya keluhuran jatidiri seseorang merupakan pengejawantahan perikemanusiaannya. Kata kuncinya adalah budi luhur.
Indikator perilaku:
- Sadar akan rasa benar dan salah.
- Menjunjung tinggi integritas (jujur dan dapat dipercaya).
- Taat terhadap norma agama dan hukum.
- Menjunjung tinggi etika.
- Berkomunikasi dengan santun dan bersedia menerima masukan.
- Adaptif terhadap perubahan.
Teladan–keteladanan artinya dapat dijadikan anutan/sebagai teladan/contoh oleh lingkungannya. Kata kuncinya adalah keteladanan.
Indikator perilaku:
- Menjadi teladan dalam perilaku.
- Menjalankan perannya secara adil dan arif bijaksana.
- Menjadi pendorong kemajuan.
Rela Melayani artinya memberikan pelayanan yang lebih dari yang diharapkan masyarakat. Kata kuncinya adalah kepuasan masyarakat.
Indikator perilaku:
- Menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
- Mengantisipasi kebutuhan masyarakat.
- Membangun kerjasama yang produktif.
Inovatif artinya selalu melakukan pembaharuan yang bersifat positif ke arah kemajuan individu dan kelompok. Kata kuncinya adalah pembaharuan.
Indikator perilaku:
- Berkemauan keras untuk mencari dan menciptakan sesuatu yang baru menuju kemajuan;
- Senantiasa belajar, baik secara individual maupun berkelompok untuk memperoleh materi pembaharuan;
- Tidak bersikap egois dan tetap menjunjung tinggi etika;
Yakin dan percaya diri artinya dalam melaksanakan tugas selalu didasari atas keyakinan dan penuh percaya diri bahwa apa yang dilaksanakan akan membawa kemajuan dan manfaat baik ke intern maupun ke ekstern. Kata Kuncinya adalah kemajuan dan manfaat.
Indikator perilaku:
- Selalu mengasah ketajaman rasa untuk memilih dan memilah jenis tugas dan pekerjaan yang diyakini akan membawa manfaat dan kemajuan yang positif.
- Menjunjung tinggi azas kejujuran sebagai modal utama keyakinan dan percaya diri dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan.
- Memegang teguh ajaran falsafah : sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh (konsentrasi, semangat, percaya diri dengan rendah hati, dan bertanggung jawab).
Ahli – profesional artinya mempunyai kompetensi, komitmen dan prestasi pada pekerjaanya. Kata kuncinya adalah kompetensi, komitmen dan prestasi.
Indikator perilaku:
- Bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.
- Mempunyai komitmen yang tinggi dalam melakukan pekerjaannya.
- Dengan keahlian dan kecerdasan yang dimiliki selalu ingin mencapai yang terbaik
- Disiplin yang didasari ketulusan dan keikhlasan.
- Cermat, tepat dan cepat.
- Bertindak secara efektif dan efisien.
- Mempunyai kreativitas dalam bekerja.
- Bekerja mandiri dalam kebersamaan.
- Berfikir jauh ke depan dengan melihat peluang inovasi.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Pengurus Pokdarwis Pulangsawal Indrayanti Mengikuti Rakor Lintas Sektoral Pengamanan Idul Fitri 2026
- Perpustakaan Bintang Tepus Ikuti Pertemuan Peningkatan Layanan Informasi SIM Transformasi
- Tim Kapanewon Adakan Assessment Reformasi Kalurahan Tepus Hari Ini
- Mahasiswa STPN Yogyakarta Adakan Pendataan Tanah KW 4, KW 5, dan KW 6 di Kalurahan Tepus
- YEU adakan FGD dan Wawancara untuk Kajian Pasar dalam Rangka Persiapan Proyek PROSPER
- Sinergi Tiga Pilar Kalurahan Tepus: Perkuat Kamtibmas dan Persiapan Jelang Lebaran 2026
- Tentang : Budaya SATRIYA















