Isi Tausiyah Ustadz Zulhija : Menjaga Empat Mutiara Kehidupan

maz_yon 06 Maret 2026 19:45:12 WIB

Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id) — Dalam tausiyah yang disampaikan pada acara Buka Puasa Bersama di Kalurahan Tepus hari ini, Ustadz Zulhija, S.Ag dari KUA Tepus yang akrab dipanggil Pak Zul, mengajak jamaah untuk menjaga empat “mutiara kehidupan” yang menjadi dasar dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.

Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki empat hal berharga yang harus dijaga dengan baik, yaitu akal, agama, rasa malu, dan amal saleh. Keempat hal tersebut diibaratkan sebagai mutiara kehidupan yang akan membawa manusia menuju kehidupan yang baik di dunia maupun di akhirat.

Namun demikian, Ustadz Zulhija juga mengingatkan bahwa setiap mutiara tersebut memiliki “perusak” yang dapat merusaknya apabila tidak mampu dikendalikan.

“Empat mutiara kehidupan itu harus dijaga dari empat hal yang dapat merusaknya,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Ia kemudian menjelaskan satu per satu hubungan antara mutiara kehidupan dan perusaknya. Kemarahan dapat menghilangkan akal sehat seseorang, sehingga seseorang dapat bertindak tanpa pertimbangan yang baik. Sementara itu hasud atau dengki dapat merusak agama seseorang karena perasaan iri terhadap nikmat yang diberikan Allah kepada orang lain.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sifat tamak atau rakus dapat menghilangkan rasa malu dalam diri seseorang. Ketika seseorang dikuasai oleh ketamakan, ia dapat melakukan berbagai cara tanpa mempertimbangkan nilai moral dan etika.

Adapun ghibah atau mengumpat, menurutnya, dapat menghilangkan pahala dari amal saleh yang telah dilakukan. Kebiasaan membicarakan keburukan orang lain justru dapat menghapus kebaikan yang sebelumnya telah dikerjakan.

Melalui tausiyah tersebut, Ustadz Zulhija mengajak seluruh jamaah untuk selalu menjaga diri dari empat sifat yang merusak tersebut agar mutiara kehidupan tetap terpelihara.

“Kalau kita mampu menjaga akal, agama, rasa malu, dan amal saleh, insyaallah hidup kita akan lebih terarah dan penuh keberkahan,” pesannya.

Tausiyah tersebut mendapat perhatian dari para jamaah yang hadir, karena pesan yang disampaikan dinilai sangat relevan sebagai pengingat untuk menjaga sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Aep Rukmana Mustopa
    Ijin bertanya, saya adalah mantan penerima bansos ...baca selengkapnya
    11 Juni 2026 09:55:53 WIB
  • Dea amelia
    Saya seorang ibu dengan 2 anak yang masih balita s...baca selengkapnya
    10 Juni 2026 07:51:55 WIB
  • kiky
    semoga bisa makin sukses...baca selengkapnya
    09 Juni 2026 10:08:36 WIB
  • Benmy praat
    Saya umur52 thn anak 2 tidak ada kerja atau pengan...baca selengkapnya
    09 Juni 2026 09:00:06 WIB
  • Melyani
    Assalamualaikum saya dari Cirebon Palimanan barat,...baca selengkapnya
    08 Juni 2026 14:22:52 WIB
  • Ika suhartika
    Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
    11 Mei 2026 18:41:10 WIB
  • Yosa Hartoyo
    Sy 61 thn duda tanpa anak tinggal di Karang Tengah...baca selengkapnya
    30 April 2026 22:29:31 WIB
  • Anova
    Terimakasih banyak kepada Kalurahan Tepus atas res...baca selengkapnya
    27 April 2026 20:02:04 WIB
  • Mei nurtanti
    Saya tinggal d rusunawa 1 begalon,panularan ,lawey...baca selengkapnya
    04 April 2026 07:07:12 WIB
  • Suhardi
    Selamat bertugas semoga masyarat Kanigoro sejahter...baca selengkapnya
    18 Januari 2026 05:08:06 WIB
Galeri Foto
Sugeng Rawuh
Real Time
Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di DI Yogyakarta
104506
Sel, 3 Maret
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial