Penyerahan Panggang Sriti kepada Dalang, Simbol Dimulainya Ruwatan Rasulan Sajung Dloko

maz_yon 16 Juni 2026 07:33:10 WIB

TEPUS (desatepus.gunungkidulkab.go.id) – Tradisi dan kearifan lokal kembali mewarnai pelaksanaan Rasulan Sajung Dloko. Sebelum gelaran wayang kulit ruwatan dimulai, masyarakat terlebih dahulu melaksanakan prosesi adat berupa penyerahan panggang Burung Sriti kepada dalang ruwat sebagai simbol dimulainya rangkaian ritual ruwatan.

Prosesi tersebut dilakukan oleh Ketua Panitia Rasulan Sajung Dloko, Samakun, yang menyerahkan secara langsung panggang burung sriti kepada Dalang Ruwat Ki Sateyo. Penyerahan berlangsung dengan khidmat dan disaksikan oleh tokoh masyarakat, warga, serta tamu undangan yang hadir.

Bagi masyarakat Sajung Dloko, panggang sriti bukan sekadar sajian tradisional. Burung sriti memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan keselamatan dan harapan akan kehidupan yang lebih baik. Selain itu, penyebutan sriti juga dikaitkan dengan kata siti yang dalam bahasa Jawa berarti tanah.

Makna tersebut menjadi doa bersama agar tanah yang menjadi sumber penghidupan masyarakat senantiasa subur, memberikan hasil yang melimpah, serta membawa kesejahteraan bagi seluruh warga. Prosesi ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam dan lingkungan sekitarnya.

 

Lurah Tepus bersama jajaran Pamong Kalurahan turut hadir dan menyaksikan jalannya ritual tersebut. Kehadiran pemerintah kalurahan menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat.

 

 

Setelah prosesi penyerahan panggang sriti selesai dilaksanakan, rangkaian acara dilanjutkan dengan gelaran wayang kulit ruwatan yang menjadi inti dari kegiatan Rasulan Sajung Dloko. Melalui tradisi ini, masyarakat memanjatkan doa dan harapan agar senantiasa diberikan keselamatan, ketenteraman, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan.

"Tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga sarana untuk merawat nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, dan harapan akan masa depan yang lebih baik."

Dengan tetap lestarinya prosesi adat seperti penyerahan panggang sriti, Rasulan Sajung Dloko tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat identitas dan kebersamaan masyarakat Kalurahan Tepus.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Aep Rukmana Mustopa
    Ijin bertanya, saya adalah mantan penerima bansos ...baca selengkapnya
    11 Juni 2026 09:55:53 WIB
  • Dea amelia
    Saya seorang ibu dengan 2 anak yang masih balita s...baca selengkapnya
    10 Juni 2026 07:51:55 WIB
  • kiky
    semoga bisa makin sukses...baca selengkapnya
    09 Juni 2026 10:08:36 WIB
  • Benmy praat
    Saya umur52 thn anak 2 tidak ada kerja atau pengan...baca selengkapnya
    09 Juni 2026 09:00:06 WIB
  • Melyani
    Assalamualaikum saya dari Cirebon Palimanan barat,...baca selengkapnya
    08 Juni 2026 14:22:52 WIB
  • Ika suhartika
    Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
    11 Mei 2026 18:41:10 WIB
  • Yosa Hartoyo
    Sy 61 thn duda tanpa anak tinggal di Karang Tengah...baca selengkapnya
    30 April 2026 22:29:31 WIB
  • Anova
    Terimakasih banyak kepada Kalurahan Tepus atas res...baca selengkapnya
    27 April 2026 20:02:04 WIB
  • Mei nurtanti
    Saya tinggal d rusunawa 1 begalon,panularan ,lawey...baca selengkapnya
    04 April 2026 07:07:12 WIB
  • Suhardi
    Selamat bertugas semoga masyarat Kanigoro sejahter...baca selengkapnya
    18 Januari 2026 05:08:06 WIB
Galeri Foto
Sugeng Rawuh
Real Time
Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di DI Yogyakarta
104506
Sel, 3 Maret
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial