Apa itu Beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), Berikut Penjelasan Umumnya !
26 Mei 2026 13:51:44 WIB
Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id) - Pada bulan Mei tahun 2026 ini Pemerintah kembali menyalurkan CPP berupa beras dan minyak goreng. Apakah pengertian umum CPP, berikut adalah penjelasannya!
Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) merupakan stok pangan yang dikuasai dan dikelola oleh pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan nasional, mengendalikan gejolak harga, serta membantu masyarakat ketika terjadi kondisi tertentu seperti kenaikan harga pangan, bencana, maupun kerawanan pangan. Salah satu bentuk CPP yang paling sering disalurkan kepada masyarakat adalah Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola melalui Perum Bulog.
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional menugaskan Bulog untuk melakukan pengadaan, pengelolaan, hingga penyaluran beras bantuan kepada masyarakat penerima manfaat. Dasar pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional tentang Penyelenggaraan Cadangan Beras Pemerintah.
Program bantuan pangan beras diberikan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar kebutuhan pangan pokok tetap terpenuhi. Dalam pelaksanaannya, setiap keluarga penerima manfaat (KPM) umumnya menerima bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan (dalam pembagian terakhir ditambah dengan minyak goreng). Pada tahun 2026, pemerintah melanjutkan program bantuan pangan beras untuk sekitar 18 juta penerima dengan total penyaluran mencapai 720 ribu ton beras selama empat bulan.
Selain membantu masyarakat, keberadaan Cadangan Beras Pemerintah juga memiliki fungsi strategis dalam menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Ketika harga beras mengalami kenaikan, pemerintah dapat mengeluarkan stok CBP melalui program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Program ini bertujuan menjaga agar harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat. Pada tahun 2026, Bulog menargetkan penyaluran beras SPHP sebanyak 828 ribu ton di seluruh Indonesia.
Pemerintah terus meningkatkan jumlah cadangan beras nasional untuk memperkuat ketahanan pangan. Pada tahun 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah ditargetkan meningkat dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton, bahkan pada April 2026 dilaporkan stok CBP telah mencapai lebih dari 5 juta ton. Peningkatan stok ini dilakukan agar pemerintah lebih siap menghadapi kebutuhan bantuan pangan, intervensi harga, hingga kondisi darurat pangan.
Penyaluran bantuan beras biasanya dilakukan melalui pemerintah daerah, kantor desa atau kalurahan, serta bekerja sama dengan PT Pos Indonesia maupun aparat terkait. Data penerima bantuan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) atau basis data kesejahteraan sosial pemerintah. Pada tahun 2026, sasaran bantuan diperluas hingga 33,2 juta keluarga penerima manfaat untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem.
Di masyarakat, program bantuan pangan beras dinilai sangat membantu, terutama bagi keluarga kurang mampu di tengah kenaikan harga bahan pokok. Namun demikian, sejumlah diskusi publik juga menyoroti pentingnya pengawasan distribusi agar bantuan tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan dalam penyaluran. Beberapa pembahasan di forum masyarakat daring juga menunjukkan perhatian publik terhadap transparansi distribusi dan kualitas beras bantuan pemerintah.
Secara umum, Cadangan Pangan Pemerintah menjadi instrumen penting negara dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Melalui program bantuan beras, pemerintah berupaya memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan pokok, sekaligus menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di tengah berbagai tantangan pangan global.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Pintasan Berita
- Desa Prima Kalurahan Tepus Ikuti Bazar Pramuka Kreatif
- Sempat Meninggi Beberapa Hari, Air Laut Kembali Normal, Wisatawan Padati Pantai Indrayanti
- Kebijakan Perlindungan Data Pribadi
- Dukcapil Kapanewon Tepus Serahkan Akta Kematian kepada Ahli Waris di Padukuhan Kanigoro
- Lurah Tepus Pimpin Rombongan Takziah atas Berpulangnya Bapak Suwito Rukiman di Padukuhan Kanigoro
- Proker Penyusunan Profil Desa Wisata dan Video Pelayanan Kalurahan Oleh KKN UII Mulai Berproses
Komentar Terkini
-
Nur aisyah
Nama saya aisyah ngk anak saya ad 5 anak pertama u...baca selengkapnya
19 Juli 2026 16:19:24 WIB -
Atikah
Assalamualaikum.. Saya mau tanya kenapa tahun lalu...baca selengkapnya
18 Juli 2026 22:01:16 WIB -
M SHOLEH
saya berpenghasilan pas Pasan kok dimasukkan desil...baca selengkapnya
16 Juli 2026 07:36:11 WIB -
irmayah
sebelum covid menyerang memang saya dari keluarga ...baca selengkapnya
09 Juli 2026 11:53:45 WIB -
Aep Rukmana Mustopa
Ijin bertanya, saya adalah mantan penerima bansos ...baca selengkapnya
11 Juni 2026 09:55:53 WIB -
Dea amelia
Saya seorang ibu dengan 2 anak yang masih balita s...baca selengkapnya
10 Juni 2026 07:51:55 WIB -
kiky
semoga bisa makin sukses...baca selengkapnya
09 Juni 2026 10:08:36 WIB -
Benmy praat
Saya umur52 thn anak 2 tidak ada kerja atau pengan...baca selengkapnya
09 Juni 2026 09:00:06 WIB -
Melyani
Assalamualaikum saya dari Cirebon Palimanan barat,...baca selengkapnya
08 Juni 2026 14:22:52 WIB -
Ika suhartika
Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
11 Mei 2026 18:41:10 WIB
Brayat Kalurahan
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
.jpg)
.jpg)









