Pemerintah Kalurahan Tepus Bentuk Tim Khusus Tangani Polemik Jalur Pantai Watulawang
09 Juni 2026 23:19:31 WIB
Viral di Media Sosial, Pemerintah Daerah Dorong Penyelesaian Melalui Dialog dan Penataan Pengelolaan Kawasan Wisata
Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id) – Pemerintah Kalurahan Tepus bergerak cepat menindaklanjuti polemik yang mencuat terkait pungutan sukarela di jalur masuk Pantai Watulawang. Permasalahan yang kembali menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial tersebut dibahas dalam forum diskusi dan klarifikasi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Pemuda dan Olahraga, Satpol PP, Panewu Tepus, Danramil, Kapolsek Tepus, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Ketua Bamuskal, hingga kelompok masyarakat yang berkepentingan di kawasan wisata Watulawang.
Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026) di Ruang Perpustakaan Kalurahan Tepus tersebut menjadi langkah awal untuk mengurai persoalan yang selama ini berkembang di tengah masyarakat sekaligus mencari solusi yang dapat diterima oleh semua pihak.
Berawal dari Tuntutan Pemerataan Manfaat Wisata
Dalam forum tersebut, perwakilan Kelompok Jalan Watulawang, Wasito atau yang akrab disapa Toge, menyampaikan bahwa kelompok yang dipimpinnya terbentuk sebagai respons terhadap berkembangnya aktivitas wisata di Pantai Watulawang.
Menurutnya, meningkatnya jumlah pengunjung seharusnya memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas kepada masyarakat sekitar, khususnya warga yang memiliki lahan dan terdampak langsung oleh perkembangan kawasan wisata tersebut. Namun dalam perjalanannya, kelompoknya menilai belum terdapat kejelasan mengenai pengelolaan kawasan maupun mekanisme pembagian kesempatan usaha di Pantai Watulawang.
"Kami tidak harus mendapatkan satu kapling untuk setiap orang. Yang kami harapkan adalah adanya ruang atau tempat yang bisa dimanfaatkan bersama," menjadi salah satu poin yang disampaikan dalam forum tersebut.
Terungkap Tiga Kelompok yang Beraktifitas di Watulawang Saat ini
Diskusi juga mengungkap fakta bahwa aktivitas di kawasan Watulawang saat ini melibatkan beberapa kelompok yang memiliki kepentingan berbeda.
Tugiran atau yang dikenal sebagai Mbah Dalang menjelaskan bahwa dirinya bukan ketua kelompok pengelola Pantai Watulawang sebagaimana yang selama ini banyak dipersepsikan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga kelompok yang saat ini beraktivitas di kawasan tersebut, yaitu:
- Kelompok Pantai atau Kelompok Pasiran yang memiliki kapling usaha di kawasan pantai;
- Kelompok Bukit Watulawang yang mengelola lahan milik pribadi;
- Kelompok Jalan Watulawang yang terdiri dari warga sekitar jalur menuju pantai.
Penjelasan tersebut kemudian memperjelas bahwa persoalan yang berkembang tidak hanya berkaitan dengan pungutan di jalur masuk, tetapi juga menyangkut tata kelola kawasan wisata dan distribusi manfaat ekonomi di dalamnya.
"Manfaat pariwisata seharusnya tidak terpecah-pecah menjadi kelompok-kelompok tertentu, tetapi dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat."
— Disampaikan dalam forum oleh perwakilan Satpol PP Kabupaten Gunungkidul.
Pemerintah Daerah Siap Kawal Proses Penyelesaian
Sejumlah instansi yang hadir dalam pertemuan menegaskan komitmennya untuk mengawal proses penyelesaian persoalan tersebut.
Satpol PP Kabupaten Gunungkidul menekankan pentingnya menjaga citra pariwisata daerah sekaligus mengedepankan penyelesaian melalui musyawarah. Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul meminta dilakukan identifikasi ulang terhadap kelompok-kelompok yang ada di Watulawang sebagai dasar untuk penataan yang lebih jelas dan terstruktur.
Sementara itu, Kapolsek Tepus menyampaikan bahwa penyelesaian harus dilakukan secara terencana dengan terlebih dahulu memastikan siapa pihak yang selama ini bertanggung jawab terhadap pembagian kapling dan pengelolaan kawasan yang menjadi inti persoalan.
Panewu Tepus juga meminta agar langkah penyelesaian segera dilakukan agar persoalan tidak semakin kompleks di kemudian hari.
Kelompok Jalan Watulawang Siap Menghentikan Pungutan
Salah satu hasil penting dalam pertemuan tersebut adalah pernyataan dari Kelompok Jalan Watulawang yang menyatakan kesediaannya menghentikan kegiatan pungutan sukarela di jalur masuk kawasan wisata.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Wasito setelah Pemerintah Kalurahan Tepus memastikan akan segera melakukan langkah penyelesaian melalui proses identifikasi dan mediasi. Kelompok Jalan Watulawang menyatakan siap menghentikan kegiatan tersebut mulai Rabu, 10 Juni 2026.
Tim Identifikasi Permasalahan Pantai Watulawang Resmi Dibentuk
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kalurahan Tepus membentuk Tim Identifikasi Permasalahan Pantai Watulawang yang terdiri dari : Hendro Pratopo, S.IP (Lurah Tepus), Sugeng Riyanto, S.IP (Ketua Bamuskal Tepus), Sutrisno, S.IP (Jagabaya Kalurahan Tepus), Bripka Gathot Pramudi (Bhabinkamtibmas), Sertu Subaryanto (Babinsa), unsur Kapanewon Tepus, Kanit Intel Polsek Tepus, dan Lusiana Dyah Pratiwi, S.AP (Dukuh Ngasem).
Tim ini akan bertugas melakukan pendataan, klarifikasi, dan identifikasi terhadap berbagai aspek yang menjadi sumber persoalan guna menghasilkan rekomendasi penyelesaian yang objektif dan dapat diterima semua pihak.
Harapan Bersama untuk Masa Depan Watulawang
Pertemuan yang difasilitasi Pemerintah Kalurahan Tepus ini menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka antar kelompok masyarakat serta pemangku kepentingan di kawasan wisata Watulawang.
Seluruh pihak sepakat bahwa penyelesaian persoalan harus ditempuh melalui dialog, data yang valid, dan semangat kebersamaan. Dengan terbentuknya tim identifikasi dan komitmen penghentian pungutan sukarela, diharapkan langkah-langkah berikutnya dapat menghasilkan solusi yang adil, menjaga kondusivitas masyarakat, serta mendukung keberlanjutan pengembangan pariwisata Watulawang sebagai salah satu destinasi unggulan di wilayah selatan Gunungkidul.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Apel Rutin Pamong Kalurahan Tepus Bahas Persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Bina Sehat Insani Berikan Edukasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Padukuhan Kanigoro
- Pagelaran Wayang Kulit, Rangkaian Awal Kegiatan Bersik Telaga Kalen Dihadiri Kundha Kabudayan
- Sesi Kedua, Penyusunan Rencana Kontigensi Bencana Kekeringan Hadirkan Dukuh dan Wakil Perempuan
- Kalurahan Tepus Lanjutkan Susun Rencana Kontigensi Hadapi Kekeringan Bersama YAKKUM Emergency Unit
- Rapat Internal Pemerintah Kalurahan Tepus Bahas Evaluasi Pelayanan Serta Agenda HUT RI
- Penilaian Adminduk oleh Dukcapil Gunungkidul, Kalurahan Tepus Raih Apresiasi Positiif
Komentar Terkini
-
Nur aisyah
Nama saya aisyah ngk anak saya ad 5 anak pertama u...baca selengkapnya
19 Juli 2026 16:19:24 WIB -
Atikah
Assalamualaikum.. Saya mau tanya kenapa tahun lalu...baca selengkapnya
18 Juli 2026 22:01:16 WIB -
M SHOLEH
saya berpenghasilan pas Pasan kok dimasukkan desil...baca selengkapnya
16 Juli 2026 07:36:11 WIB -
irmayah
sebelum covid menyerang memang saya dari keluarga ...baca selengkapnya
09 Juli 2026 11:53:45 WIB -
Aep Rukmana Mustopa
Ijin bertanya, saya adalah mantan penerima bansos ...baca selengkapnya
11 Juni 2026 09:55:53 WIB -
Dea amelia
Saya seorang ibu dengan 2 anak yang masih balita s...baca selengkapnya
10 Juni 2026 07:51:55 WIB -
kiky
semoga bisa makin sukses...baca selengkapnya
09 Juni 2026 10:08:36 WIB -
Benmy praat
Saya umur52 thn anak 2 tidak ada kerja atau pengan...baca selengkapnya
09 Juni 2026 09:00:06 WIB -
Melyani
Assalamualaikum saya dari Cirebon Palimanan barat,...baca selengkapnya
08 Juni 2026 14:22:52 WIB -
Ika suhartika
Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
11 Mei 2026 18:41:10 WIB
Sugeng Rawuh
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |


.jpeg)











