Upaya Pemerintah Kurangi Dampak Kerusakan Pertanian: Disebabkan Monyet Ekor Panjang

08 September 2023 20:56:35 WIB

Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id) – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul bersama konsultan dari Yayasan Jawi mengambil tindakan proaktif untuk mengurangi dampak kerusakan pertanian yang disebabkan oleh koloni monyet ekor panjang (MEP) yang berada di wilayah Kalurahan Tepus. Upaya yang dilakukan salah satunya dengan program pemberian makanan pada monyet ekor Panjang. Pada Jumat (08/09/2023), Tim dari Yayasan Jawi menandai lokasi-lokasi khusus untuk pemberian makanan tersebut, yang turut didampingi oleh Suparno, anggota kelompok tani Padukuhan Tegalweru. Lokasi pemberian makanan berada di bulak Srumbung dan Mloko yang masuk dalam wilayah administratif Padukuhan Tegalweru.

Kehadiran koloni monyet ekor panjang di Kalurahan Tepus telah lama menjadi masalah bagi petani setempat. Monyet-monyet tersebut sering kali menyerang ladang-ladang pertanian warga, merusak tanaman, dan mengakibatkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Dampak negatif ini mendorong Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul untuk mencari solusi yang lebih baik daripada cara-cara tradisional yang sebelumnya telah dicoba.

Konsultan dari Yayasan Jawi, yang memiliki pengalaman dalam penanganan konflik antara manusia dan satwa liar, diajak Kerjasama untuk memberikan wawasan dan bantuan teknis. Kehadiran pihak ketiga ini membantu dalam merumuskan rencana tindakan yang berkelanjutan dan efektif.

Pemberian makanan kepada koloni monyet ekor panjang ini merupakan salah satu langkah yang diambil untuk mengalihkan perhatian monyet dari ladang pertanian masyarakat. Lokasi-lokasi khusus telah ditandai untuk memberikan makanan, dengan harapan bahwa monyet akan lebih memilih mendapatkan makanan di sana daripada merusak tanaman pertanian.

Upaya ini merupakan program awal dalam mengurangi dampak kerusakan pertanian yang disebabkan oleh monyet ekor panjang. Dinas Lingkungan Hidup berharap dapat terus bekerja sama dengan pihak terkait untuk mencari solusi jangka panjang yang lebih baik, yang akan memberikan manfaat baik bagi petani maupun satwa liar.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Nur aisyah
    Nama saya aisyah ngk anak saya ad 5 anak pertama u...baca selengkapnya
    19 Juli 2026 16:19:24 WIB
  • Atikah
    Assalamualaikum.. Saya mau tanya kenapa tahun lalu...baca selengkapnya
    18 Juli 2026 22:01:16 WIB
  • M SHOLEH
    saya berpenghasilan pas Pasan kok dimasukkan desil...baca selengkapnya
    16 Juli 2026 07:36:11 WIB
  • irmayah
    sebelum covid menyerang memang saya dari keluarga ...baca selengkapnya
    09 Juli 2026 11:53:45 WIB
  • Aep Rukmana Mustopa
    Ijin bertanya, saya adalah mantan penerima bansos ...baca selengkapnya
    11 Juni 2026 09:55:53 WIB
  • Dea amelia
    Saya seorang ibu dengan 2 anak yang masih balita s...baca selengkapnya
    10 Juni 2026 07:51:55 WIB
  • kiky
    semoga bisa makin sukses...baca selengkapnya
    09 Juni 2026 10:08:36 WIB
  • Benmy praat
    Saya umur52 thn anak 2 tidak ada kerja atau pengan...baca selengkapnya
    09 Juni 2026 09:00:06 WIB
  • Melyani
    Assalamualaikum saya dari Cirebon Palimanan barat,...baca selengkapnya
    08 Juni 2026 14:22:52 WIB
  • Ika suhartika
    Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
    11 Mei 2026 18:41:10 WIB
Galeri Foto
Sugeng Rawuh
Real Time
Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di DI Yogyakarta
104506
Sel, 3 Maret
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial