Sejarah Desa
30 April 2014 17:20:39 WIB
Wilayah Kabupaten Gunungkidul memang dikenal sebagai daerah pelarian. Banyak cerita tentang terjadinya nama daerah yang dihubungkan dengan adanya pelarian prajurit dari Majapahit.
Pada abad ke 13 terjadi perang besar yang disebut geger Kerajaan Majapahit dengan Kerajaan Demak. Geger diawali dengan ketidaksetujuan Brawijaya (Raja Majapahit) terhadap Raden Patah (Raja Demak) yang menginginkan Kerajaan Majapahit menjadi kerajaan Islam.
Karena kalah, Brawijaya beserta prajuritnya lari ke arah barat. Beberapa rombongan prajurit sampai ke bumi Gunungkidul. Yang sampai di Karangmojo, prajurit Wisangsanjaya dan istri yang kemudian meninggalkan tradisi Cingcing Goling.
Yang sampai di Gunungkidul bagian selatan, ada tiga prajurit Majapahit masing-masing bernama Sukaroto, Dimanoto dan Sujatmiko. Karena merasa lelah, ketiga prajurit berteduh di bawah pohon tepus yang besar dan rindang, Mereka merasa nyaman berteduh di bawah pohon tepus. Karena merasa nyaman, mereka bersumpah setelah aman, lepas dari kejaran kerajaan Demak, tempat tersebut diberi nama Desa Tepus.
Menurut Kepala Desa Tepus, Desa Tepus terletak di bukit gamping di kawasan pegunungan seribu. Sebelah timur berbatas Desa Purwodadi. Sebelah selatan laut selatan. Sebelah barat Desa Sidoharjo. Sebelah utara Desa Sumberwungu.
Sedangkan pohon tepus sebagai cikal bakal nama Desa Tepus, terletak di Pedukuhan Tepus I sebelah timur simpang empat Dusun Tepus.
Sesuai dengan perkembangan jaman pada Tahun 1875 sudah mulai ada pemerintah desa yang dikepalai seorang bekel. Sosetiko (nama samaran karena dia seorang pelarian) memimpin Desa Tepus dari Tahun 1875 s/d 1909 dengan sistem pemerintahan asih run-temurun.
Dari Sosetiko jabatan diserahkan kepada putranya Karsosuwito, menjabat bekel dari 1909 s.d 1945. Pada masa penjajahan Belanda , pusat pemerintahan kecamatan bertempat di Desa Tepus, tepatnya di Pedukuhan Tepus I sekarang.
Pada awal mula ada kecamatan yang pada waktu itu disebut Asisten dipimpin oleh seorang Wedono yang membawahi 18 kelurahan. Dengan pertimbangan geografis, wilayah kecamatan agar berada ditengah-tengah dari 18 kalurahan, maka lokasi kecamatan dipindah ke Bintaos Sidoharjo pada tahun 1933.
Setelah Indonesia merdeka ada pembenahan terhadap desa. Desa-desa yang tidak memenuhi syarat dalam hal jumlah penduduknya tidak cukup banyak, maka desa desa tersebut akan digabungan.
Tahun 1946 Desa Tepus merupakan desa gabungan dari 3 Desa Blekonang yang dipimpin Rakiyo, Desa Dloka yang dipimpin Sastrohandoyo, dan Desa Tepus yang dipimpin Karsosuwito. Untuk menentukan pemimpin desa gabungan tersebut, diadakan pemilihan pemimpin desa dengan sistem bitingan yang hasilnya dimenangkan Noto Wardoyo. Jabatan sebagai Kepala Desa Tepus dipegang Noto Wardoyo dari tahun 1946 s/d 1965.
Pengisian jabatan kepala desa pada Tahun 1967 dilakukan dengan sistim dipilih oleh DPRD dan Tokoh Masyarakat. Dalam pemilihan dimenangkan Pawirosuwito putra Karsosuwito. Pada Tahun 1984 Pawirosuwito diganti Broto Riyanto sampai 2014 dan sekarang diganti sama Supardi.
Berikut ini adalah nama-nama pemimpin Desa Tepus sejak tahun...
| NO | NAMA | TAHUN |
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Tiga Kelompok Kalurahan Tepus Terima Perguliran Dana DBM
- Apel Rutin Pamong Kalurahan Tepus Digelar, Lurah Tekankan Kedisiplinan dan Pelayanan Masyarakat
- Apakah yang Dimaksud Water Treatment yang diuji coba di Padukuhan Pudak? Berikut Penjelasannya !
- Lurah Tepus Hadiri Uji Coba Water Treatment di Padukuhan Pudak
- Mengenal Hukum Sejak Dini : Simulasi Sidang di SD Muhammadiyah Dloko
- Bank BPD DIY Peduli Salurkan Bantuan Air Bersih 30 Tangki untuk Tiga Padukuhan di Kalurahan Tepus
- UGM Gelar Bakti Sosial di Padukuhan Pudak, Salurkan Bantuan Air Bersih dan Pengobatan Gratis
Komentar Terkini
-
Nur aisyah
Nama saya aisyah ngk anak saya ad 5 anak pertama u...baca selengkapnya
19 Juli 2026 16:19:24 WIB -
Atikah
Assalamualaikum.. Saya mau tanya kenapa tahun lalu...baca selengkapnya
18 Juli 2026 22:01:16 WIB -
M SHOLEH
saya berpenghasilan pas Pasan kok dimasukkan desil...baca selengkapnya
16 Juli 2026 07:36:11 WIB -
irmayah
sebelum covid menyerang memang saya dari keluarga ...baca selengkapnya
09 Juli 2026 11:53:45 WIB -
Aep Rukmana Mustopa
Ijin bertanya, saya adalah mantan penerima bansos ...baca selengkapnya
11 Juni 2026 09:55:53 WIB -
Dea amelia
Saya seorang ibu dengan 2 anak yang masih balita s...baca selengkapnya
10 Juni 2026 07:51:55 WIB -
kiky
semoga bisa makin sukses...baca selengkapnya
09 Juni 2026 10:08:36 WIB -
Benmy praat
Saya umur52 thn anak 2 tidak ada kerja atau pengan...baca selengkapnya
09 Juni 2026 09:00:06 WIB -
Melyani
Assalamualaikum saya dari Cirebon Palimanan barat,...baca selengkapnya
08 Juni 2026 14:22:52 WIB -
Ika suhartika
Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
11 Mei 2026 18:41:10 WIB
Brayat Kalurahan
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |











