Hasil Bumi dan Produk UMKM Jadi Persembahan “Glondhong Pengarem-arem” Kalurahan Tepus

maz_yon 03 April 2026 09:43:22 WIB

Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id) — Kekayaan hasil bumi dan kreativitas pelaku UMKM Kalurahan Tepus kembali ditampilkan. Dalam rangka acara mangayubagya yuswa dalem kaping 80 Sri Sultan Hamengkubuwono X (Kamis, 02/04/2026), Pemerintah Kalurahan Tepus menghadirkan “glondhong pengarem-arem” yang berisi aneka produk unggulan lokal.

Glondhong pengarem-arem adalah  adalah wujud upeti atau persembahan hasil bumi dan produk UMKM dari masyarakat kepada raja sebagai simbol cinta, penghormatan dan syukur. Saat ini, tradisi ini dikirab dalam acara Mangayubagya Yuswa Dalem dan dikembalikan oleh Sultan ke masyarakat.  Istilah tersebut  berasal dari istilah Jawa "bulu bekti glondong pangarem-arem", yang merupakan pajak atau persembahan berupa hasil bumi dari masyarakat untuk raja. Makna saat ini menjadi simbol hubungan erat antara raja dan rakyat, serta ucapan terima kasih atas pemanfaatan tanah kasultanan.  Berupa hasil bumi (padi, singkong, sayuran) dan produk UMKM (keripik, kerajinan) yang dihias dan disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing. 

Untuk Kalurahan Tepus glondhong pengarem arem yang dibawa kemarin tidak sekadar simbol penghormatan, tetapi juga wujud nyata potensi ekonomi masyarakat Tepus. Beragam hasil bumi dan produk olahan UMKM ditampilkan, di antaranya patilo, lempeng ketela, serta kripik rumput laut yang menjadi ciri khas daerah pesisir selatan.

Kehadiran produk-produk ini mencerminkan kekayaan alam sekaligus kreativitas warga dalam mengolah hasil lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Selain itu, momentum ini juga menjadi ajang promosi yang efektif untuk memperkenalkan produk Tepus ke khalayak yang lebih luas.

Lurah Tepus, Hendro Pratopo, S.IP, menyampaikan bahwa partisipasi dalam acara tersebut merupakan bentuk dukungan sekaligus kebanggaan masyarakat Tepus.

“Kami membawa hasil bumi dan produk UMKM sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan. Ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Tepus memiliki potensi besar di sektor pangan dan olahan lokal,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kalurahan terus mendorong pengembangan UMKM agar semakin maju dan mampu bersaing, baik di tingkat regional maupun lebih luas.

Dengan semangat gotong royong dan inovasi, Kalurahan Tepus berharap produk-produk lokalnya semakin dikenal dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung

Real Time

Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di DI Yogyakarta
104506
Sel, 3 Maret

Waktu Indonesia Barat