Sri Mulih, Lakon Wayang Ruwatan Rasulan Singkil-Ngasem, Inilah Makna yang Terkandung di Dalamnya!
maz_yon 25 Mei 2026 19:00:27 WIB
Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id) - Tradisi Rasulan di Padukuhan Singkil - Ngasem tahun ini berlangsung semakin khidmat dengan digelarnya pagelaran wayang kulit ruwatan pada siang hari yang mengangkat lakon Sri Mulih. Lakon tersebut dipilih bukan tanpa alasan, sebab memiliki makna mendalam yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat agraris di wilayah Gunungkidul.
Pagelaran wayang kulit digelar sebagai bagian dari rangkaian adat Rasulan yang menjadi warisan leluhur masyarakat Jawa. Warga yang hadir menunggu kenduri, tampak antusias mengikuti jalannya pertunjukan yang sarat nilai filosofi, spiritual, serta harapan akan kehidupan yang tenteram dan sejahtera.
Lakon Sri Mulih sendiri berkisah tentang kembalinya Dewi Sri, sosok yang dipercaya masyarakat Jawa sebagai simbol kesuburan, padi, kemakmuran, dan sumber kehidupan. Dalam tradisi masyarakat agraris, Dewi Sri dimaknai sebagai perlambang harapan agar bumi tetap subur dan hasil pertanian melimpah.
Sejumlah kajian budaya dan seni pedalangan menyebutkan bahwa lakon Sri Mulih erat kaitannya dengan ketahanan pangan dan kehidupan masyarakat tani. Dewi Sri digambarkan sebagai simbol kesejahteraan yang kehadirannya membawa kemakmuran bagi masyarakat.
Dalam konteks ruwatan, pagelaran wayang kulit bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan bagian dari ritual budaya yang memiliki makna spiritual sebagai permohonan keselamatan, tolak bala, serta pembersihan diri dan lingkungan dari hal-hal buruk.
Lurah Tepus yang hadir bersama pamong kalurahan menyampaikan bahwa pemilihan lakon Sri Mulih sangat relevan dengan semangat Rasulan yang selama ini hidup di tengah masyarakat.
“Lakon Sri Mulih mengandung doa dan harapan masyarakat agar kehidupan tetap subur, hasil pertanian melimpah, serta warga diberikan keselamatan dan kesejahteraan. Ini menjadi pengingat bahwa masyarakat Jawa sejak dahulu memiliki filosofi hidup yang selaras dengan alam,” ujar Lurah Tepus.
Ia juga menambahkan bahwa adat Rasulan dan pagelaran wayang kulit harus terus dijaga sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat.
“Wayang bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan. Banyak nilai luhur, ajaran kehidupan, serta pesan kebersamaan yang diwariskan melalui tradisi ini,” tambahnya.
Tradisi ruwatan melalui pagelaran wayang kulit sendiri telah lama dikenal dalam budaya Jawa. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ruwatan dilakukan sebagai bentuk permohonan agar masyarakat dijauhkan dari mara bahaya dan diberikan kehidupan yang lebih baik.
Melalui lakon Sri Mulih, masyarakat Singkil dan Ngasem tidak hanya melestarikan seni budaya warisan leluhur, tetapi juga meneguhkan harapan akan musim tanam yang baik, panen melimpah, serta kehidupan masyarakat yang tenteram dan harmonis.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Selain Rasulan Ngasem-Singkil, Lurah Tepus Lanjut Hadir Dalam Adat Nyadran Mbah Panjer
- Sri Mulih, Lakon Wayang Ruwatan Rasulan Singkil-Ngasem, Inilah Makna yang Terkandung di Dalamnya!
- Lurah Bersama Pamong Hadir Dalam Rasulan Singkil dan Ngasem, Maknai Adat Warisan Leluhur
- Apel Rutin Pamong Kalurahan Tepus, Lurah Ingatkan Penarikan PBB dan Disiplin Kehadiran
- From EQUALITY TO EQUITY : Edukasi Gender Sebagai Upaya Penghapusan Diskriminasi
- Sebelum Adat Rasulan, Warga Singkil Ngasem Gelar Ritual Adat Bersik Telaga Tlempek
- Sambang Jaga Warga Polda DIY di Pudak, Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas dan Lindungi Generasi Muda
Komentar Terkini
-
Ika suhartika
Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
11 Mei 2026 18:41:10 WIB -
Yosa Hartoyo
Sy 61 thn duda tanpa anak tinggal di Karang Tengah...baca selengkapnya
30 April 2026 22:29:31 WIB -
Anova
Terimakasih banyak kepada Kalurahan Tepus atas res...baca selengkapnya
27 April 2026 20:02:04 WIB -
Mei nurtanti
Saya tinggal d rusunawa 1 begalon,panularan ,lawey...baca selengkapnya
04 April 2026 07:07:12 WIB -
Suhardi
Selamat bertugas semoga masyarat Kanigoro sejahter...baca selengkapnya
18 Januari 2026 05:08:06 WIB -
Sunoto
Selamat menjalankan tugas,sebagai dukuh kanigoro,n...baca selengkapnya
04 Januari 2026 23:20:09 WIB -
Alika Avilia
Jaga kesehatan dimasa pensiun...baca selengkapnya
02 Januari 2026 09:05:23 WIB -
Kuwatin
Jaga kesehatan dimasa pensiun...baca selengkapnya
06 Oktober 2025 12:36:58 WIB -
Elida
Saya ibu tunggal dengan 2 anak yang satu bekerja d...baca selengkapnya
02 Oktober 2025 23:14:29 WIB -
Ismail Ibrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pe...baca selengkapnya
23 September 2025 07:57:41 WIB
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
.jpeg)










