Wahyu Eko Bawono : Lakon Wayang Kulit Ki Hening Sudarsono Acara Rasulan Sajung Dloko

16 Juni 2026 07:58:54 WIB

TEPUS (desatepus.gunungkidulkab.go.id) – Pagelaran wayang kulit menjadi puncak rangkaian kegiatan Rasulan Bumi Sajung Dloko yang digelar tadi malam (Senin, 15/06/2026). Ratusan warga memadati lokasi acara yang berlangsung di Balai Kalurahan Tepus untuk menyaksikan pertunjukan wayang kulit yang dibawakan oleh dalang kondang Ki Hening Sudarsono dengan lakon “Wahyu Eko Bawono”.

Pementasan berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat. Selain menjadi hiburan rakyat, pagelaran wayang kulit tersebut juga menjadi bagian dari tradisi rasulan yang telah diwariskan secara turun-temurun sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas hasil bumi serta permohonan keselamatan bagi seluruh warga.

Lakon Wahyu Eko Bawono merupakan cerita pewayangan yang sarat dengan nilai-nilai filosofi kehidupan. Dalam berbagai referensi pewayangan, lakon ini mengangkat tema turunnya wahyu atau anugerah ilahi yang menjadi simbol pencerahan, kebijaksanaan, dan tuntunan bagi manusia dalam menjalani kehidupan. Tokoh-tokoh dalam cerita digambarkan berjuang menghadapi berbagai ujian untuk memperoleh wahyu yang hanya diberikan kepada mereka yang memiliki ketulusan hati, kejujuran, dan integritas moral.

Secara garis besar, kisah ini menggambarkan perjalanan pencarian kebenaran dan nilai-nilai luhur yang harus ditempuh melalui laku kebajikan. Wahyu yang dicari bukan sekadar lambang kekuasaan, melainkan simbol kemampuan untuk memimpin diri sendiri, menjaga keharmonisan kehidupan, serta membawa kemanfaatan bagi masyarakat luas.

Pesan moral tersebut selaras dengan semangat Rasulan Sajung Dloko yang menempatkan rasa syukur, kebersamaan, dan keselamatan sebagai nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui pertunjukan wayang kulit, masyarakat tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga tuntunan yang diwariskan melalui kisah-kisah pewayangan.

Sejak awal pertunjukan hingga menjelang dini hari, warga tampak menikmati setiap adegan yang dibawakan Ki Hening Sudarsono. Iringan gamelan dan lantunan tembang Jawa semakin menambah khidmat suasana malam rasulan yang berlangsung penuh keakraban.

Pagelaran wayang kulit ini sekaligus menjadi bukti bahwa tradisi budaya masih hidup dan mendapat tempat di tengah masyarakat. Melalui Rasulan Bumi Sajung Dloko, nilai-nilai budaya, gotong royong, dan kearifan lokal terus dijaga serta diwariskan kepada generasi muda agar tetap lestari di masa mendatang.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Nur aisyah
    Nama saya aisyah ngk anak saya ad 5 anak pertama u...baca selengkapnya
    19 Juli 2026 16:19:24 WIB
  • Atikah
    Assalamualaikum.. Saya mau tanya kenapa tahun lalu...baca selengkapnya
    18 Juli 2026 22:01:16 WIB
  • M SHOLEH
    saya berpenghasilan pas Pasan kok dimasukkan desil...baca selengkapnya
    16 Juli 2026 07:36:11 WIB
  • irmayah
    sebelum covid menyerang memang saya dari keluarga ...baca selengkapnya
    09 Juli 2026 11:53:45 WIB
  • Aep Rukmana Mustopa
    Ijin bertanya, saya adalah mantan penerima bansos ...baca selengkapnya
    11 Juni 2026 09:55:53 WIB
  • Dea amelia
    Saya seorang ibu dengan 2 anak yang masih balita s...baca selengkapnya
    10 Juni 2026 07:51:55 WIB
  • kiky
    semoga bisa makin sukses...baca selengkapnya
    09 Juni 2026 10:08:36 WIB
  • Benmy praat
    Saya umur52 thn anak 2 tidak ada kerja atau pengan...baca selengkapnya
    09 Juni 2026 09:00:06 WIB
  • Melyani
    Assalamualaikum saya dari Cirebon Palimanan barat,...baca selengkapnya
    08 Juni 2026 14:22:52 WIB
  • Ika suhartika
    Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
    11 Mei 2026 18:41:10 WIB
Galeri Foto
Brayat Kalurahan
Real Time
Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di DI Yogyakarta
104506
Sel, 3 Maret
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial