Apel Kamis Pon, Lurah Tepus Ingatkan Kembali Budaya Luhur Jogjakarta

maz_yon 30 Juli 2026 20:04:23 WIB

Lurah Tepus saat memberikan amanat dalam apel Kamis Pon pagi tadi. Setiap hari Kamis Pon semua perangkat daerah termasuk Pemerintah Kalurahan diwajibkan mengenakan pakaian jawa lengkap gagrak Ngayogyakarta, Kamis (30/07/2026)  (c) Dok. Kalurahan Tepus

 

Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id), Kamis (30/07/2026) – Pemerintah Kalurahan Tepus kembali melaksanakan Apel Kamis Pon yang diikuti oleh seluruh Pamong Kalurahan beserta staf, Kamis (30/7). Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap selapan sekali tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kedisiplinan sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya luhur yang menjadi identitas masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam amanatnya, Lurah Tepus, Hendro Pratopo, S.IP, mengingatkan seluruh aparatur Kalurahan agar senantiasa menjaga adab, tata krama, dan unggah-ungguh dalam menjalankan tugas maupun saat berinteraksi dengan masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan ciri khas yang harus terus dipelihara sebagai bagian dari jati diri wong Jogja.

Lurah menyampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya diukur dari kecepatan dan ketepatan administrasi, tetapi juga dari sikap santun, ramah, serta rasa hormat kepada sesama. Budaya tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang humanis dan berintegritas.

Beliau juga menegaskan bahwa penggunaan pakaian adat Jawa pada setiap Kamis Pon bukan sekadar memenuhi ketentuan berpakaian, melainkan mengandung makna yang mendalam. Busana adat merupakan simbol penghormatan terhadap warisan budaya, sekaligus pengingat bagi seluruh aparatur untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai kesopanan, etika, dan keluhuran budi dalam setiap pengabdian kepada masyarakat.

Melalui pelaksanaan Apel Kamis Pon, Pemerintah Kalurahan Tepus berharap nilai-nilai budaya Yogyakarta tidak hanya tercermin dari penampilan, tetapi juga terwujud dalam perilaku sehari-hari seluruh aparatur. Dengan demikian, semangat melestarikan budaya luhur dapat terus diwariskan dan menjadi fondasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Nur aisyah
    Nama saya aisyah ngk anak saya ad 5 anak pertama u...baca selengkapnya
    19 Juli 2026 16:19:24 WIB
  • Atikah
    Assalamualaikum.. Saya mau tanya kenapa tahun lalu...baca selengkapnya
    18 Juli 2026 22:01:16 WIB
  • M SHOLEH
    saya berpenghasilan pas Pasan kok dimasukkan desil...baca selengkapnya
    16 Juli 2026 07:36:11 WIB
  • irmayah
    sebelum covid menyerang memang saya dari keluarga ...baca selengkapnya
    09 Juli 2026 11:53:45 WIB
  • Aep Rukmana Mustopa
    Ijin bertanya, saya adalah mantan penerima bansos ...baca selengkapnya
    11 Juni 2026 09:55:53 WIB
  • Dea amelia
    Saya seorang ibu dengan 2 anak yang masih balita s...baca selengkapnya
    10 Juni 2026 07:51:55 WIB
  • kiky
    semoga bisa makin sukses...baca selengkapnya
    09 Juni 2026 10:08:36 WIB
  • Benmy praat
    Saya umur52 thn anak 2 tidak ada kerja atau pengan...baca selengkapnya
    09 Juni 2026 09:00:06 WIB
  • Melyani
    Assalamualaikum saya dari Cirebon Palimanan barat,...baca selengkapnya
    08 Juni 2026 14:22:52 WIB
  • Ika suhartika
    Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
    11 Mei 2026 18:41:10 WIB
Galeri Foto
Sugeng Rawuh
Real Time
Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di DI Yogyakarta
104506
Sel, 3 Maret
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial