Makna Filosofi Dibalik Bentuk Gapura Elar Badak, di Gunungkidul
maz_yon 19 Oktober 2026 22:31:02 WIB
Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id) - Sejak ditetapkannya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY, masyarakat wajib melestarikan berbagai karya arsitektur tradisional, salah satunya gapura. Gapura Lar Badak merupakan identitas dan ciri khas daerah Gunungkidul untuk menandai batas wilayah atau pintu masuk.
Dewan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan sejak pertengahan Maret 2017 mulai mensosialisasikan kembali filosofi dan simbol / lambang Gapura Lar Badak yang memiliki pengertian yang sangat mendalam.
Kata ELAR atau LAR melambangkan sayap burung, sedang kata BADHAK merupakan simbol binatang berukuran besar dan kuat. Sayap burung dan badak memiliki kekuatan yang luar biasa, maka dalam penerapannya sayap itu posisinya berada di samping kiri dan kanan pintu masuk/ keluar gapura. Elar/ Lar Badhak konon merupakan wujud dari pesan moral Kraton Ngayogyakarta yang dimunculkan pada lambang / simbol.
Adapun makna dan filosofi Gapura Lar Badak sebagai berikut :
- Bunga Melati pada puncak tiang gapura melambangkan kesucian, kejujuran, kemurnian, kebersihan, ketulusan, keharuman dan bisa memberikan ketenangan.
- Bunga Melati dengan kelopak berjumlah 5 buah melambangkan mekarnya tunas muda berkualitas melalui pendidikan TK-SD-SMP-SMA-PT dengan senantiasa memegang teguh Pancasila. Hal tersebut mengingat Kota Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan/Pelajar.
- Segi empat pada tiang gapura yang berjumlah dua buah baik tiang yang tinggi maupun tiang rendah, pada tiang tinggi berjumlah tiga tingkatan / trap melambangkan Cipta (pikiran yang jernih), Rasa (hati yang tulus), dan Karsa (Tekad yang bulat), ini sebagai pralambang Yogyakarta sebagai Kota Budaya.
- Antara tiang Gapura yang rendah menuju tiang Gapura yang lebih tinggi ada lengkungan ke atas membentang baik pada sisi kiri maupun sisi kanan melambangkan cita-cita yang mulia dan luhur dengan menunjukkan keterbukaan.
- Tiang Gapura Elar Badak dengan bentuk tegak lurus satu sisi tinggi dan satunya lebih rendah melambangkan pemimpin yang tegak, tegas (mampu menghadapi dan menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan penghinaan, bisa ngayomi, ngayemi dan menjadi panutan serta senantiasa menyatu dengan yang dipimpinnya).
- Diantara tiang yang tinggi dan lebih rendah terdapat lubang-lubang yang berjumlah tujuh lubang melambangkan bahwa tujuan pasti berhasil dengan semangat gatong royong dan penuh keterbukaan. (Semua kebutuhan pasti bisa ditembus yang digambarkan lobang berjumlah 7)
- Landasan dasar bangunan Gapura yang terbelah menjadi dua sayap bagaikan sayap burung melambangkan kekuatan masyarakat meskipun dipisahkan pintu masuk tetapi senantiasa menyatu dengan pemimpinnya.
Gapura Elar Badhak sebenarnya telah memasyarakat di wilayah DIY khususnya Kabupaten Gunungkidul, baik yang dibangun atas prakarsa masyarakat maupun pemerintah. Dari berbagai jenis Gapura yang saat ini ada, jenis Gapura Elar Badhak kiranya lebih tepat untuk dipakai sebagai ciri khas Gunungkidul.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Makna Filosofi Dibalik Bentuk Gapura Elar Badak, di Gunungkidul
- DPMK2PS DIY Adakan Rakor Pemutakhiran Data SINKAL, Dorong Keaktifan dan Kelengkapan Data Kalurahan
- Warga Padukuhan Pudak Mulai Kerjakan Program Padat Karya Infrastruktur, Perbaikan Jalan Permukiman
- Wakili Lurah Tepus, Ulu-ulu Hadiri Rapat Koordinasi Program Budidaya Ikan Tematik Gunungkidul
- Kementerian Agama RI Buka Bantuan Pembangunan dan Rehab Masjid/Musala Tahun 2026
- Mahasiswa Taylor’s University Serahkan Hasil Penelitian tentang Kehidupan Sosial dan Budaya
- Lurah Tepus Melayat ke Rumah Duka Almarhum Bapak Wono Sakiman
Komentar Terkini
-
Nur aisyah
Nama saya aisyah ngk anak saya ad 5 anak pertama u...baca selengkapnya
19 Juli 2026 16:19:24 WIB -
Atikah
Assalamualaikum.. Saya mau tanya kenapa tahun lalu...baca selengkapnya
18 Juli 2026 22:01:16 WIB -
M SHOLEH
saya berpenghasilan pas Pasan kok dimasukkan desil...baca selengkapnya
16 Juli 2026 07:36:11 WIB -
irmayah
sebelum covid menyerang memang saya dari keluarga ...baca selengkapnya
09 Juli 2026 11:53:45 WIB -
Aep Rukmana Mustopa
Ijin bertanya, saya adalah mantan penerima bansos ...baca selengkapnya
11 Juni 2026 09:55:53 WIB -
Dea amelia
Saya seorang ibu dengan 2 anak yang masih balita s...baca selengkapnya
10 Juni 2026 07:51:55 WIB -
kiky
semoga bisa makin sukses...baca selengkapnya
09 Juni 2026 10:08:36 WIB -
Benmy praat
Saya umur52 thn anak 2 tidak ada kerja atau pengan...baca selengkapnya
09 Juni 2026 09:00:06 WIB -
Melyani
Assalamualaikum saya dari Cirebon Palimanan barat,...baca selengkapnya
08 Juni 2026 14:22:52 WIB -
Ika suhartika
Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
11 Mei 2026 18:41:10 WIB
Wilayah Kalurahan
Sugeng Rawuh
Brayat Kalurahan
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |













