Sejarah Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta
04 Oktober 2023 22:54:36 WIB
Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id) - Menurut Buku Pertama “ Peprentahan Praja Kejawen” karangan Mr. Raden Mas Suryodiningrat tahun 1939, berdirinya Kabupaten Gunungkidul itu pada Tahun 1831, yaitu setahun seusai Perang Diponegoro. Waktu itu bersamaan dengan terbentuknya Kabupaten-kabupaten lainnya dalam Daerah Yogyakarta, adapun selengkapnya berbunyi :
“Goenoengkidoel, wewengkon paraden, wetan lepen opak, poenika siti maosan dalem sami kaliyan Montjonagari ing jaman kino, dados bawahipun Pepatih Dalem. Ing Tahun 1831 Nagarogoeng sarta Montjonagarinipoen Ngajogjakarta sampoen dipoen perang-perang. Mataram dados 3 (tiga) wewengkon, dene pangagengipoen wewengkon setoenggal – setoenggalipun dipoen wastani Boepati Wadono Distrik, Kaparingan sesebatan Toemenggoeng, inggih poenika Sleman (rumiyin Denggung), Kalasan sarta Bantoel. Siti maosan dalem ing Pengasih dipoen koewaosi deneng Boepati Wadono Distrik Pamadjegan Dalem. Makaten oegi ing Sentolo, wonten pengageng distrik ingkang kaparingan sesebatan Riya. Goenoengkidoel ingkang nyepeng siti maosan dalem sesebatanipoen Riya” Demikian cuplikan dari Tulisan Mr. Raden Mas Suryodiningrat.
Sebelum Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1950, sejak lahirnya Kabupaten Gunungkidul pada Tahun 1831, maka secara resmi di Gunungkidul telah ada suatu bentuk pemerintahan yang pada saat itu sebagai Kepala Pemerintahan, diangkat seorang pejabat/Bupati dengan sebutan Tumenggung.
Pada saat itu Bupati menjalankan pemerintahan sebagai tugas pembantuan, sedangkan mekanisme kerjanya belum digambarkan dalam struktur organisasi. Di bawah Bupati I (Pertama) masih ada pejabat pejabat seperti : Ronggo, Panji, Demang, Bekel dan lain-lain, yang tiap tiap pejabat dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada atasannya masing-masing.
Pada Tahun 1984, Panitia melacak Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul, baik yang terungkap melalui fakta sejarah, penelitian, pengumpulan data dari para tokoh, pakar serta daftar kepustakaan yang ada, akhirnya Panitia berhasil menyimpulkan bahwa hari lahir Kabupaten Gunungkidul adalah : Pada Hari Jum’at Legi, tanggal 27 Mei 1831 atau tahun jawa 15 Besar Tahun Je 1758.
Adapun Bupati Gunungkidul yang pertama bernama Mas Tumenggung Pontjodirjo, yang saat itu sebagai pusat pemerintahannya berada di Pati Desa Genjahan Kecamatan Ponjong, dengan wilayah Kepanjen Semanu yang dipimpin oleh Panji Hardjodipuro.
Sementara itu, hutan belantara yang berada di sebelah barat Pati yang lebih dikenal dengan sebutan hutan atau alas Nongko Doyong, telah berhasil dibuka, berkat kerja keras dan semangat gotong royong yang tinggi, dipimpin oleh Demang Piyaman Wonopawiro yaitu menantu dari Panji Hardjodipuro. Dengan dibukanya hutan Nongko Doyong, maka pusat pemerintahan Kabupaten Gunungkidul dipindahkan dari Pati Ke Wonosari hingga saat ini.
Kemudian sesudah Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1950 diberlakukan, jalannya pemerintahan di Gunungkidul dilengkapi dengan lembaga legislatif, dengan anggota DPRD sebanyak 22 orang.
Pada saat itu, di Yogyakarta terdapat dua daerah Swapraja, yaitu Nagari Kasultanan Yogyakarta dan Projo Pakualaman, dengan demikian didapati susunan pemerintahan di bawah Kabupaten adalah Kawedanan, Kapanewon dan Kalurahan.
Dilansir dari Web Portal Gunungkidul, Profil Sejarah.https://gunungkidulkab.go.id/D-d4ef38afd8a173378b0ca38515d9a36b-NR-100-0.html
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Rapat Internal Pemerintah Kalurahan Tepus Bahas Evaluasi Pelayanan Serta Agenda HUT RI
- Penilaian Adminduk oleh Dukcapil Gunungkidul, Kalurahan Tepus Raih Apresiasi Positiif
- Kepala SLB Puspa Melati Bersilaturahmi ke Kalurahan Tepus, Bahas Status Tanah Sekolah
- BI Serahkan Bantuan Sarana dan Prasarana Program PI-KEKDA kepada Pengelola Desa Wisata Tepus
- Pembinaan Pokdarwis Perkuat Kelembagaan dan Pelayanan Pariwisata di Kalurahan Tepus
- Pertemuan Rutin Kader Posyandu Kalurahan Tepus Perkuat Peran Kader dalam Pelayanan Kesehatan Berbasi
- Lurah Tepus Hadiri Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama Anggota DPR RI My Esti Wijayati
Komentar Terkini
-
Nur aisyah
Nama saya aisyah ngk anak saya ad 5 anak pertama u...baca selengkapnya
19 Juli 2026 16:19:24 WIB -
Atikah
Assalamualaikum.. Saya mau tanya kenapa tahun lalu...baca selengkapnya
18 Juli 2026 22:01:16 WIB -
M SHOLEH
saya berpenghasilan pas Pasan kok dimasukkan desil...baca selengkapnya
16 Juli 2026 07:36:11 WIB -
irmayah
sebelum covid menyerang memang saya dari keluarga ...baca selengkapnya
09 Juli 2026 11:53:45 WIB -
Aep Rukmana Mustopa
Ijin bertanya, saya adalah mantan penerima bansos ...baca selengkapnya
11 Juni 2026 09:55:53 WIB -
Dea amelia
Saya seorang ibu dengan 2 anak yang masih balita s...baca selengkapnya
10 Juni 2026 07:51:55 WIB -
kiky
semoga bisa makin sukses...baca selengkapnya
09 Juni 2026 10:08:36 WIB -
Benmy praat
Saya umur52 thn anak 2 tidak ada kerja atau pengan...baca selengkapnya
09 Juni 2026 09:00:06 WIB -
Melyani
Assalamualaikum saya dari Cirebon Palimanan barat,...baca selengkapnya
08 Juni 2026 14:22:52 WIB -
Ika suhartika
Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
11 Mei 2026 18:41:10 WIB
Sugeng Rawuh
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |












