Tradisi Genduri Pitrah-an Malam 1 Syawal di Kalurahan Tepus

09 April 2024 22:35:01 WIB

Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id) - (09/04/2024) Dalam menyambut 1 Syawal 1445 H, Padukuhan Tepus II Kalurahan Tepus mengadakan tradisi genduri pritah-an yang menjadi bagian penting dari perayaan ini. Genduri pritah-an di Balai Padukuhan, yang berdekatan dengan masjid Al-Abidin, menjadi momen istimewa bagi masyarakat. Tradisi ini dilakukan hanya saat menuju 1 Syawal, dan mempunyai makna yang dalam bagi mereka.

Genduri pritah-an ini adalah bagian dari tradisi pitrah atau fitrah, yang memiliki arti penting dalam kehidupan masyarakat. Fitrah merupakan sebuah kata dalam bahasa Arab yang memiliki beragam makna, tergantung pada konteks penggunaannya. Secara umum, fitrah dapat diartikan sebagai kodrat, sifat asli, atau kesempurnaan alami yang dimiliki oleh manusia. Acara ini diikuti oleh kaum bapak-bapak, dimulai dengan sedekah makanan nasi tumpeng sebagai bentuk kebaikan dan keberkahan. Doa dan ikrar disampaikan oleh Rois, menghadirkan nuansa sakral dalam acara tersebut. Penutupan genduri dilakukan dengan khidmat sebelum melanjutkan ke rangkaian berikutnya.

Setelah itu, dilakukan pembacaan doa-doa hari raya Idul Fitri, sambil mengumpulkan simbolis uang dan beras sebagai zakat fitrah dan memanjakan doa. Tradisi saling berjabat tangan dari seluruh peserta genduri menjadi momen yang penuh makna, sebagai ungkapan untuk melepas kesalahan dan memaafkan satu sama lain.

Tradisi genduri pritah-an ini menjadi cermin kebersamaan dan keharmonisan masyarakat Padukuhan dalam menyambut Idul Fitri. Dengan penuh keikhlasan, mereka merayakan dengan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Perayaan 1 Syawal bukan hanya sekedar ritual, namun juga sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan sepanjang Ramadhan.

Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan, genduri pritah-an menjadi wadah untuk menguatkan tali persaudaraan di antara sesama. Semangat kebersamaan dan gotong royong terpancar dalam setiap aksi dan doa yang disampaikan. Tradisi ini juga menjadi ajang untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Nur aisyah
    Nama saya aisyah ngk anak saya ad 5 anak pertama u...baca selengkapnya
    19 Juli 2026 16:19:24 WIB
  • Atikah
    Assalamualaikum.. Saya mau tanya kenapa tahun lalu...baca selengkapnya
    18 Juli 2026 22:01:16 WIB
  • M SHOLEH
    saya berpenghasilan pas Pasan kok dimasukkan desil...baca selengkapnya
    16 Juli 2026 07:36:11 WIB
  • irmayah
    sebelum covid menyerang memang saya dari keluarga ...baca selengkapnya
    09 Juli 2026 11:53:45 WIB
  • Aep Rukmana Mustopa
    Ijin bertanya, saya adalah mantan penerima bansos ...baca selengkapnya
    11 Juni 2026 09:55:53 WIB
  • Dea amelia
    Saya seorang ibu dengan 2 anak yang masih balita s...baca selengkapnya
    10 Juni 2026 07:51:55 WIB
  • kiky
    semoga bisa makin sukses...baca selengkapnya
    09 Juni 2026 10:08:36 WIB
  • Benmy praat
    Saya umur52 thn anak 2 tidak ada kerja atau pengan...baca selengkapnya
    09 Juni 2026 09:00:06 WIB
  • Melyani
    Assalamualaikum saya dari Cirebon Palimanan barat,...baca selengkapnya
    08 Juni 2026 14:22:52 WIB
  • Ika suhartika
    Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
    11 Mei 2026 18:41:10 WIB
Galeri Foto
Sugeng Rawuh
Real Time
Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di DI Yogyakarta
104506
Sel, 3 Maret
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial