CEGAH PENULARAN KUSTA, UPT PUSKESMAS TEPUS II BERIKAN KEMOPROFILAKSIS
07 November 2024 17:39:36 WIB
Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id) - Dalam rangka upaya pencegahan penyakit kusta, UPT Puskesmas Tepus II selenggarakan kegiatan kemoprofilaksis. Kegiatan ini terselenggara atas dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul dan Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebanyak 54 orang peserta hadir di UPT Puskesmas Tepus II pada Kamis 07/11/2024. Sebelumnya peserta diberikan penyuluhan terkait penyakit kusta, kemudian dilakukan skrining dan selanjutnya diberikan kemoprofilaksis.
Obat kemoprofilaksis ini diberikan pada sasaran kontak langsung dengan penderita kusta yaitu anggota keluarga penderita kusta dan pada tetangga sekitar penderita.
"Kemoprofilaksis yang diberikan hanya 1 dosis, efek samping biasanya hanya mual, tapi itupun jarang terjadi." terang dr. Devi Wardoyo, selaku Kepala Puskesmas UPT Puskesmas Tepus II. Obat kemoprofilaksis ini diberikan untuk dewasa dan anak-anak usia diatas 2 tahun, diminum langsung didepan petugas, berupa rifampisin dosis tunggal (umur 2-4 th: 150 mg, 5-9 th: 300 mg, umur 10-14 th: 450 mg, lebih dari 15 th: 600 mg).
Kemoprofilaksis ini bertujuan untuk membantu membunuh bakteri penyebab kusta, untuk mengurangi risiko dan memutus mata rantai penularan kusta. Penyakit kusta masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat, adanya stigma negatif bagi masyarakat.
Kusta merupakan penyakit menahun yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae. Kusta menyerang kulit, saraf tepi dan dapat menyerang jaringan tubuh lainnya.
Kusta menular secara langsung (orang yang tinggal satu rumah atau tetangga) dari penderita yang tidak diobati kepada orang lain yang melakukan kontak lama dengan penderita, melalui percikan cairan dari saluan penafasan (ludah, dahak saat batuk dan bersin).
Gejala awal, terdapat kelainan kulit berupa bercak putih seperti penyakit panu atau bercak kemerahan, tidak gatal, tidak sakit, hilang rasa. Apabila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat kusta dapat menyebabkan kecacatan pada mata (tidak bisa menutup, bahkan bisa buta), tangan (mati rasa pada telapak tangan, jari kiting atau saling melekat, memendek, putus, lunglai), kaki (mati rasa pada telapak kaki, jari-jari kiting, atau saling melekat, memendek dan putus). Kecacatan ini lah yang dapat mengakibatkan adanya diskriminasi dan gangguan sosialisasi pada penderita kusta. Selain bisa menyebabkan kecacatan, keterlambatan dalam pengobatan dapat mneyebabkan penularan semakin meluas dan bisa menimbukan masalah kerugian ekonomi karena penurunan poduktifitas kerja akibat adanya kecacatan yang permanen.
Dengan pemberian obat kemoprofilaksis ini diharapkan dapat melindungi diri dari kusta, paling tidak selama 2 tahun. Selain itu upaya lain yang dapat dilakukan untuk pencegahan kusta adalah menghindari kontak langsung dalam jangan waktu lama dengan penderita kusta yang tidak diobati. Segera ke Puskesmas atau Rumah Sakit jika ditemui gejala bercak seperti panu atau bercak kemarahan dan mati rasa.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Bank Indonesia Serahkan Bantuan Sarana dan Prasarana Program PI-KEKDA kepada Pengelola Desa Wisata T
- Pembinaan Pokdarwis Perkuat Kelembagaan dan Pelayanan Pariwisata di Kalurahan Tepus
- Pertemuan Rutin Kader Posyandu Kalurahan Tepus Perkuat Peran Kader dalam Pelayanan Kesehatan Berbasi
- Lurah Tepus Hadiri Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama Anggota DPR RI My Esti Wijayati
- Pangripta Kalurahan Tepus Ikuti Pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender
- Persiapan HUT RI ke-81, Pamong Kalurahan Tepus Hadiri Rapat Kepanitiaan Tingkat Kapanewon
- Peningkatan Kapasitas Pamong Kalurahan, DPMKP2KB Kabupaten Gunungkidul Perkuat Kompetensi Aparatur
Komentar Terkini
-
Nur aisyah
Nama saya aisyah ngk anak saya ad 5 anak pertama u...baca selengkapnya
19 Juli 2026 16:19:24 WIB -
Atikah
Assalamualaikum.. Saya mau tanya kenapa tahun lalu...baca selengkapnya
18 Juli 2026 22:01:16 WIB -
M SHOLEH
saya berpenghasilan pas Pasan kok dimasukkan desil...baca selengkapnya
16 Juli 2026 07:36:11 WIB -
irmayah
sebelum covid menyerang memang saya dari keluarga ...baca selengkapnya
09 Juli 2026 11:53:45 WIB -
Aep Rukmana Mustopa
Ijin bertanya, saya adalah mantan penerima bansos ...baca selengkapnya
11 Juni 2026 09:55:53 WIB -
Dea amelia
Saya seorang ibu dengan 2 anak yang masih balita s...baca selengkapnya
10 Juni 2026 07:51:55 WIB -
kiky
semoga bisa makin sukses...baca selengkapnya
09 Juni 2026 10:08:36 WIB -
Benmy praat
Saya umur52 thn anak 2 tidak ada kerja atau pengan...baca selengkapnya
09 Juni 2026 09:00:06 WIB -
Melyani
Assalamualaikum saya dari Cirebon Palimanan barat,...baca selengkapnya
08 Juni 2026 14:22:52 WIB -
Ika suhartika
Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
11 Mei 2026 18:41:10 WIB
Sugeng Rawuh
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |















