Ulasan Redaksi : Serangan kepada Hewan Ternak (KEMBALI) Terjadi. Belum Ada Kepastian Penyebabnya.

maz_yon 05 September 2026 09:40:05 WIB

Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id) - Warga Kalurahan Tepus mengalami kejadian serius kematian ternak yang diduga akibat serangan hewan liar. Peristiwa terbaru pada 2 September 2026 menewaskan tujuh ekor kambing di kawasan Alas Dawut. Berikut ulasan redaksi disarikan dari berbagai sumber !

Berdasarkan pola kasus di Tepus dan wilayah lain di Gunungkidul, terdapat indikasi bahwa serangan terhadap ternak lebih sering terjadi di kandang yang berada dekat kawasan alami atau jauh dari permukiman, khususnya pada musim kemarau. Dugaan sementara dari Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mengarah pada anjing liar, tetapi identifikasi penyebab kejadian di Tepus masih menunggu proses verifikasi oleh pihak berwenang.

Kami menemukan bahwa peristiwa ini bukan sekadar cerita yang belum terdokumentasi. Ada kejadian terbaru yang sangat jelas di Kalurahan Tepus, serta pola kejadian serupa di wilayah Gunungkidul dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, ada satu hal penting : sampai 4 September 2026, identitas hewan yang menyerang kambing di Tepus belum dipastikan secara resmi. Karena itu, istilah yang paling aman secara ilmiah dan jurnalistik saat ini adalah “diduga serangan hewan liar”, bukan langsung menyebut “macan” atau satwa tertentu.

Pada 2 September 2026, tujuh ekor kambing milik warga Tepus I ditemukan mati di kandang di kawasan Alas Dawut. Kandang tersebut berada cukup jauh dari permukiman.

Ternak yang menjadi korban terdiri dari dua kambing dewasa dan lima anak kambing. Ditemukan luka gigitan pada beberapa bagian tubuh, terutama kaki dan leher. Sejumlah laporan juga menyebut dua anak kambing telah dimakan hingga hanya tersisa kulit. Kondisi kandang dilaporkan mengalami kerusakan.

Peristiwa ini kemudian ditindaklanjuti oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul melalui kegiatan surveilans, sementara BKSDA Jogja melakukan verifikasi untuk memastikan penyebab kematian ternak.

Informasi terbaru menyebut DPP Gunungkidul memprediksi kemungkinan pelaku adalah anjing liar, tetapi ini masih berupa dugaan dan belum merupakan kesimpulan final hasil pemeriksaan.

Menurut keterangan yang dikutip media, kejadian serangan terhadap ternak oleh anjing liar di Gunungkidul telah tercatat sejak 2019 dan cenderung muncul pada musim kemarau. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh adalah berkurangnya sumber makanan dan air alami sehingga hewan pemangsa mencari sumber makanan lain, termasuk ternak yang berada di kandang. https://www.detik.com/jogja/berita/d-8647586/anjing-liar-diduga-jadi-pemangsa-7-kambing-di-tepus?

Data yang kami temukan menunjukkan bahwa fenomena serangan terhadap ternak bukan hanya terjadi pada September 2026.

Pada 2021, wilayah Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, juga dilaporkan mengalami kematian ternak akibat gigitan hewan liar. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa pada tahun sebelumnya sekitar 30 ekor kambing menjadi korban. Luka pada ternak ditemukan di bagian leher, paha, atau perut, dan kasus disebut lebih sering muncul saat musim kemarau. https://jogjapolitan.harianjogja.com/r-1070892/waspada-di-gunungkidul-banyak-ternak-mati-digigit-hewan-liar

Ini penting karena menunjukkan adanya pola kawasan, meskipun kejadian di Purwodadi dan Tepus belum tentu dilakukan oleh jenis hewan yang sama.

Pada 2019, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pernah memuat laporan mengenai serangan terhadap kambing di Kemorosari, Piyaman, Wonosari. Saat itu, warga melihat dua hewan yang bentuknya menyerupai anjing berada di sekitar kandang setelah terdengar suara gaduh. https://gunungkidulkab.go.id/seekor-kambing-mati-di-gunungkidul-diduga-diserang-hewan-liar/

Kemudian pada Agustus 2026, sebelum kejadian di Tepus, terjadi pula serangkaian serangan terhadap ternak di Padukuhan Sayangan, Kalurahan Bandung, Kapanewon Playen. Warga bahkan melaporkan melihat dua anjing berukuran besar di sekitar kandang. Sejumlah kambing dan unggas ditemukan mati dengan bekas gigitan. DPP Gunungkidul juga melakukan surveilans terhadap kasus tersebut. https://www.detik.com/jogja/berita/d-8631528/teror-anjing-liar-serang-ternak-di-playen-dpp-gunungkidul-turun-tangan?

Berdasarkan berbagai sumber tersebut, terdapat beberapa pola yang layak diteliti lebih lanjut:

Indikasi Pola Temuan
Lokasi kejadian Banyak terjadi pada kandang yang berada dekat ladang, alas, atau jauh dari permukiman
Waktu Sejumlah kasus dikaitkan dengan malam hingga dini hari
Jenis korban Kambing, terutama anak kambing, tampak menjadi sasaran yang rentan
Luka Ditemukan bekas gigitan pada leher, kaki, paha, perut, atau bagian tubuh lainnya
Musim Ada indikasi peningkatan kejadian pada musim kemarau
Dugaan pelaku Dalam beberapa kasus mengarah pada anjing liar atau kawanan anjing, tetapi perlu verifikasi pada setiap kejadian
Kondisi kandang Kandang sederhana atau tidak permanen dinilai lebih mudah ditembus hewan

Pola tersebut didukung oleh keterangan DPP Gunungkidul mengenai dugaan anjing liar, kondisi kandang di kawasan Alas Dawut, serta catatan kasus serupa di Purwodadi dan Playen.

Sampai saat ini belum ditemukan bukti terpercaya yang memungkinkan menyimpulkan bahwa serangan di Tepus dilakukan oleh macan tutul, harimau, atau satwa buas tertentu. Justru BKSDA Jogja mengingatkan agar informasi yang beredar tidak lebih dahulu mengaitkan kejadian dengan satwa tertentu sebelum hasil pemeriksaan tersedia. https://www.detik.com/jogja/berita/d-8647586/anjing-liar-diduga-jadi-pemangsa-7-kambing-di-tepus/

Penulis : maz_yon -- dari berbagai sumber dicantumkan --

 

 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Nur aisyah
    Nama saya aisyah ngk anak saya ad 5 anak pertama u...baca selengkapnya
    19 Juli 2026 16:19:24 WIB
  • Atikah
    Assalamualaikum.. Saya mau tanya kenapa tahun lalu...baca selengkapnya
    18 Juli 2026 22:01:16 WIB
  • M SHOLEH
    saya berpenghasilan pas Pasan kok dimasukkan desil...baca selengkapnya
    16 Juli 2026 07:36:11 WIB
  • irmayah
    sebelum covid menyerang memang saya dari keluarga ...baca selengkapnya
    09 Juli 2026 11:53:45 WIB
  • Aep Rukmana Mustopa
    Ijin bertanya, saya adalah mantan penerima bansos ...baca selengkapnya
    11 Juni 2026 09:55:53 WIB
  • Dea amelia
    Saya seorang ibu dengan 2 anak yang masih balita s...baca selengkapnya
    10 Juni 2026 07:51:55 WIB
  • kiky
    semoga bisa makin sukses...baca selengkapnya
    09 Juni 2026 10:08:36 WIB
  • Benmy praat
    Saya umur52 thn anak 2 tidak ada kerja atau pengan...baca selengkapnya
    09 Juni 2026 09:00:06 WIB
  • Melyani
    Assalamualaikum saya dari Cirebon Palimanan barat,...baca selengkapnya
    08 Juni 2026 14:22:52 WIB
  • Ika suhartika
    Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
    11 Mei 2026 18:41:10 WIB
Galeri Foto
Brayat Kalurahan
Real Time
Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di DI Yogyakarta
104506
Sel, 3 Maret
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial