Gapoktan Kalurahan Tepus Panen Bawang Merah, Hasil Uji Coba Lahan Kering Capai 60 Kilogram

maz_yon 04 September 2026 22:08:23 WIB

Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id) – Jum'at (04/09/2026), Pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kalurahan Tepus melaksanakan panen bawang merah hasil uji coba budidaya di lahan kering yang berlokasi di demplot Padukuhan Pacungan, Kalurahan Tepus. Kegiatan panen tersebut didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kapanewon Tepus.

Panen ini menjadi bagian dari upaya pengembangan dan pengujian komoditas pertanian yang dapat dibudidayakan pada lahan kering. Melalui demplot tersebut, para petani mencoba melihat potensi bawang merah sebagai salah satu tanaman hortikultura yang dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi lahan di wilayah Kalurahan Tepus.

Klik : Untuk Jelajahi Website Lebih Banyak

Dari bibit bawang merah sebanyak 4 kilogram, hasil panen yang diperoleh mencapai sekitar 60 kilogram. Hasil tersebut menunjukkan adanya potensi pengembangan budidaya bawang merah di lahan kering apabila dilakukan dengan teknik budidaya dan pengelolaan yang tepat.

FOTOSID

 

Pendampingan dari PPL Kapanewon Tepus dilakukan sejak proses budidaya hingga pelaksanaan panen. Pendampingan ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan dan pengalaman bagi kelompok tani, terutama dalam menentukan teknik budidaya yang sesuai dengan karakteristik lahan kering.

Hasil panen dari demplot tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi bagi Gapoktan bersama PPL untuk melihat tingkat keberhasilan uji coba, termasuk aspek produktivitas, biaya produksi, perawatan tanaman, hingga peluang pengembangan dalam skala yang lebih luas.

Melalui kegiatan demplot ini, Gapoktan Kalurahan Tepus diharapkan semakin aktif melakukan inovasi dan diversifikasi usaha pertanian. Pemanfaatan lahan kering secara optimal menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani.

Keberhasilan panen perdana dengan hasil 60 kilogram dari 4 kilogram bibit menjadi pengalaman positif bagi petani di Kalurahan Tepus. Ke depan, hasil uji coba tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk pengembangan budidaya bawang merah pada lahan-lahan lain yang memiliki karakteristik serupa.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Nur aisyah
    Nama saya aisyah ngk anak saya ad 5 anak pertama u...baca selengkapnya
    19 Juli 2026 16:19:24 WIB
  • Atikah
    Assalamualaikum.. Saya mau tanya kenapa tahun lalu...baca selengkapnya
    18 Juli 2026 22:01:16 WIB
  • M SHOLEH
    saya berpenghasilan pas Pasan kok dimasukkan desil...baca selengkapnya
    16 Juli 2026 07:36:11 WIB
  • irmayah
    sebelum covid menyerang memang saya dari keluarga ...baca selengkapnya
    09 Juli 2026 11:53:45 WIB
  • Aep Rukmana Mustopa
    Ijin bertanya, saya adalah mantan penerima bansos ...baca selengkapnya
    11 Juni 2026 09:55:53 WIB
  • Dea amelia
    Saya seorang ibu dengan 2 anak yang masih balita s...baca selengkapnya
    10 Juni 2026 07:51:55 WIB
  • kiky
    semoga bisa makin sukses...baca selengkapnya
    09 Juni 2026 10:08:36 WIB
  • Benmy praat
    Saya umur52 thn anak 2 tidak ada kerja atau pengan...baca selengkapnya
    09 Juni 2026 09:00:06 WIB
  • Melyani
    Assalamualaikum saya dari Cirebon Palimanan barat,...baca selengkapnya
    08 Juni 2026 14:22:52 WIB
  • Ika suhartika
    Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
    11 Mei 2026 18:41:10 WIB
Galeri Foto
Brayat Kalurahan
Real Time
Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di DI Yogyakarta
104506
Sel, 3 Maret
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial