Tradisi Bersik Telaga Sumur : Wujud Lestarinya Budaya dan Spiritualitas Masyarakat Tepus

29 Mei 2025 16:34:24 WIB

Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id) - Tradisi tahunan Bersik Telaga Sumur kembali dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Mei 2025, dengan penuh khidmat dan nuansa kejawen yang kental. Kegiatan ini berlangsung di Telaga Sumur yang terletak di wilayah Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul.

Tradisi ini dihadiri oleh Pamong Kalurahan Tepus, termasuk Lurah Tepus beserta seluruh perangkat kalurahan, serta masyarakat dari empat padukuhan yang menjadi pelaksana utama kegiatan, yaitu Padukuhan Trosari I, Trosari II, Tegalweru, dan Gembuk.

Sejak pagi hari, warga tampak bergotong royong mempersiapkan segala keperluan untuk acara Bersik. Kegiatan dimulai dengan kerjabakti membersihkan kawasan telaga dan sekitarnya. Warga laki-laki bersama-sama memasak sayur ayam dalam kuali besar, yang kemudian dijadikan sebagai berkat atau makanan bersama, sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta penghormatan kepada leluhur.

Prosesi dilanjutkan dengan doa bersama di sekitar telaga, dipimpin oleh tokoh adat dan sesepuh masyarakat. Dengan penuh kekhidmatan, permohonan dipanjatkan agar alam tetap lestari, telaga tetap menjadi sumber kehidupan, dan masyarakat selalu diberi keselamatan serta rezeki yang cukup.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, warga menampilkan tarian tradisional Janggrung, yang tidak hanya menjadi hiburan tetapi juga bentuk pelestarian budaya lokal. Suasana kebersamaan sangat terasa, di mana seluruh warga tanpa terkecuali ikut bergembira merayakan tradisi warisan leluhur.

Lurah Tepus dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat warga dalam menjaga dan melestarikan budaya. “Tradisi Bersik ini bukan hanya ritual membersihkan telaga, tetapi juga membersihkan hati dan menguatkan kebersamaan. Inilah jati diri masyarakat Tepus yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Dengan berlangsungnya kegiatan ini, Kalurahan Tepus kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan kearifan lokal, menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam, serta menanamkan nilai-nilai gotong royong antarwarga.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Nur aisyah
    Nama saya aisyah ngk anak saya ad 5 anak pertama u...baca selengkapnya
    19 Juli 2026 16:19:24 WIB
  • Atikah
    Assalamualaikum.. Saya mau tanya kenapa tahun lalu...baca selengkapnya
    18 Juli 2026 22:01:16 WIB
  • M SHOLEH
    saya berpenghasilan pas Pasan kok dimasukkan desil...baca selengkapnya
    16 Juli 2026 07:36:11 WIB
  • irmayah
    sebelum covid menyerang memang saya dari keluarga ...baca selengkapnya
    09 Juli 2026 11:53:45 WIB
  • Aep Rukmana Mustopa
    Ijin bertanya, saya adalah mantan penerima bansos ...baca selengkapnya
    11 Juni 2026 09:55:53 WIB
  • Dea amelia
    Saya seorang ibu dengan 2 anak yang masih balita s...baca selengkapnya
    10 Juni 2026 07:51:55 WIB
  • kiky
    semoga bisa makin sukses...baca selengkapnya
    09 Juni 2026 10:08:36 WIB
  • Benmy praat
    Saya umur52 thn anak 2 tidak ada kerja atau pengan...baca selengkapnya
    09 Juni 2026 09:00:06 WIB
  • Melyani
    Assalamualaikum saya dari Cirebon Palimanan barat,...baca selengkapnya
    08 Juni 2026 14:22:52 WIB
  • Ika suhartika
    Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
    11 Mei 2026 18:41:10 WIB
Galeri Foto
Sugeng Rawuh
Real Time
Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di DI Yogyakarta
104506
Sel, 3 Maret
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial