Tradisi Sepasaran Bayi di Padukuhan Pudak Masih Lestari
23 Juni 2025 20:33:06 WIB
Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id) - Salah satu tradisi budaya Jawa yang masih dilestarikan oleh masyarakat Padukuhan Pudak adalah sepasaran bayi, yaitu tradisi yang digelar lima hari setelah kelahiran seorang bayi. Tradisi ini juga menjadi momen penting dalam pemberian nama kepada sang buah hati.
Pada Senin, 23 Juni 2025 keluarga Bapak Budiyanto dan Ibu Yuni yang tinggal di RT 01 Padukuhan Pudak menggelar acara sepasaran bagi anak ketiga mereka. Acara yang berlangsung dengan khidmat ini turut dihadiri oleh keluarga besar, tetangga, serta tokoh masyarakat setempat.
Selain sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran sang anak, tradisi ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan nama kepada masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, keluarga secara resmi memberikan nama kepada sang bayi, yang merupakan wujud doa dan harapan terbaik bagi masa depan anak.
Tradisi sepasaran merupakan bagian dari warisan budaya lokal yang sarat makna dan menjadi pengikat kebersamaan dalam masyarakat. Semangat gotong royong dan kekeluargaan tampak jelas dalam pelaksanaan acara tersebut, mencerminkan nilai-nilai luhur yang terus dijaga oleh warga Padukuhan Pudak.
Pemerintah Kalurahan Tepus mengapresiasi warga yang tetap menjaga dan melestarikan tradisi, karena merupakan bagian dari identitas dan kekayaan budaya yang patut diwariskan kepada generasi berikutnya.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Apakah yang Dimaksud Water Treatment yang diuji coba di Padukuhan Pudak? Berikut Penjelasannya !
- Lurah Tepus Hadiri Uji Coba Water Treatment di Padukuhan Pudak
- Mengenal Hukum Sejak Dini : Simulasi Sidang di SD Muhammadiyah Dloko
- Bank BPD DIY Peduli Salurkan Bantuan Air Bersih 30 Tangki untuk Tiga Padukuhan di Kalurahan Tepus
- UGM Gelar Bakti Sosial di Padukuhan Pudak, Salurkan Bantuan Air Bersih dan Pengobatan Gratis
- BKSDA DIY Kunjungi Kalurahan Tepus, Dalami Dugaan Serangan Hewan Liar terhadap Ternak Warga
- Ulasan Redaksi : Serangan kepada Hewan Ternak (KEMBALI) Terjadi. Belum Ada Kepastian Penyebabnya.
Komentar Terkini
-
Nur aisyah
Nama saya aisyah ngk anak saya ad 5 anak pertama u...baca selengkapnya
19 Juli 2026 16:19:24 WIB -
Atikah
Assalamualaikum.. Saya mau tanya kenapa tahun lalu...baca selengkapnya
18 Juli 2026 22:01:16 WIB -
M SHOLEH
saya berpenghasilan pas Pasan kok dimasukkan desil...baca selengkapnya
16 Juli 2026 07:36:11 WIB -
irmayah
sebelum covid menyerang memang saya dari keluarga ...baca selengkapnya
09 Juli 2026 11:53:45 WIB -
Aep Rukmana Mustopa
Ijin bertanya, saya adalah mantan penerima bansos ...baca selengkapnya
11 Juni 2026 09:55:53 WIB -
Dea amelia
Saya seorang ibu dengan 2 anak yang masih balita s...baca selengkapnya
10 Juni 2026 07:51:55 WIB -
kiky
semoga bisa makin sukses...baca selengkapnya
09 Juni 2026 10:08:36 WIB -
Benmy praat
Saya umur52 thn anak 2 tidak ada kerja atau pengan...baca selengkapnya
09 Juni 2026 09:00:06 WIB -
Melyani
Assalamualaikum saya dari Cirebon Palimanan barat,...baca selengkapnya
08 Juni 2026 14:22:52 WIB -
Ika suhartika
Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
11 Mei 2026 18:41:10 WIB
Brayat Kalurahan
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |













