Pojok Tani : Ironi Petani Ketela, Hasil Panen Baik tapi Harga Menukik
24 Juli 2025 07:17:17 WIB
Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id) - Sebuah ironi terjadi di kalangan petani kita termasuk di Kalurahan Tepus. Di awal musim kemarau ini lazimnya petani tadah hujan mereka mulai panen hasil ladang berupa ketela. Menurut keterangan beberapa petani yang ditemui redaksi mereka bersyukur karena hasil panen ketela tahun ini rata-rata sangat bagus.
Hasil panen ketela besar dan padat, disebabkan karena kegemburan tanah tetap terjaga karena ada faktor "perpanjangan musim hujan" atau istilah lain disebut kemarau basah.
Namun, kondisi hasil panen yang bagus ini tidak dibarengi dengan harga jual komoditas ini. Ketela kering yang disebut gaplek harganya terjun bebas. Tidak sebanding dengan biaya operasional yang telah dikeluarkan.
Suradal, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kalurahan Tepus mengatakan bahwa kondisi ini sangat disesalkan oleh para petani. "Betul sekali, hasil panen ketela musim ini rata-rata sangat bagus. Sayangnya, harga gaplek sangat rendah. Kondisi gaplek kering hanya dibeli dengan harga Rp 1.500,00 per kilo. Tentu sangat tidak sebanding dengan biaya panen yang dikeluarkan. Mereka telah membayar tenaga untuk "njabel" (cabut), kemudian kupas, belum waktu yang digunakan untuk menjemur hingga menjadi gaplek kering."
Memang ada alternatif untuk dijual langsung dari ladang ke pengusaha makanan patilo di wilayah tertentu, namun harganya pun tidak jauh berbeda. Dengan kondisi ini, petani dipaksa pasrah dengan keadaan yang ada.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Apakah yang Dimaksud Water Treatment yang diuji coba di Padukuhan Pudak? Berikut Penjelasannya !
- Lurah Tepus Hadiri Uji Coba Water Treatment di Padukuhan Pudak
- Mengenal Hukum Sejak Dini : Simulasi Sidang di SD Muhammadiyah Dloko
- Bank BPD DIY Peduli Salurkan Bantuan Air Bersih 30 Tangki untuk Tiga Padukuhan di Kalurahan Tepus
- UGM Gelar Bakti Sosial di Padukuhan Pudak, Salurkan Bantuan Air Bersih dan Pengobatan Gratis
- BKSDA DIY Kunjungi Kalurahan Tepus, Dalami Dugaan Serangan Hewan Liar terhadap Ternak Warga
- Ulasan Redaksi : Serangan kepada Hewan Ternak (KEMBALI) Terjadi. Belum Ada Kepastian Penyebabnya.
Komentar Terkini
-
Nur aisyah
Nama saya aisyah ngk anak saya ad 5 anak pertama u...baca selengkapnya
19 Juli 2026 16:19:24 WIB -
Atikah
Assalamualaikum.. Saya mau tanya kenapa tahun lalu...baca selengkapnya
18 Juli 2026 22:01:16 WIB -
M SHOLEH
saya berpenghasilan pas Pasan kok dimasukkan desil...baca selengkapnya
16 Juli 2026 07:36:11 WIB -
irmayah
sebelum covid menyerang memang saya dari keluarga ...baca selengkapnya
09 Juli 2026 11:53:45 WIB -
Aep Rukmana Mustopa
Ijin bertanya, saya adalah mantan penerima bansos ...baca selengkapnya
11 Juni 2026 09:55:53 WIB -
Dea amelia
Saya seorang ibu dengan 2 anak yang masih balita s...baca selengkapnya
10 Juni 2026 07:51:55 WIB -
kiky
semoga bisa makin sukses...baca selengkapnya
09 Juni 2026 10:08:36 WIB -
Benmy praat
Saya umur52 thn anak 2 tidak ada kerja atau pengan...baca selengkapnya
09 Juni 2026 09:00:06 WIB -
Melyani
Assalamualaikum saya dari Cirebon Palimanan barat,...baca selengkapnya
08 Juni 2026 14:22:52 WIB -
Ika suhartika
Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
11 Mei 2026 18:41:10 WIB
Brayat Kalurahan
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |













