Koordinasi Kesiapsiagaan Hadapi Musim Pancaroba dan Penguatan Mitigasi Bencana Kapanewon Tepus

21 Oktober 2025 13:44:08 WIB

Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id) - Bertempat di ruang rapat Kapanewon Tepus, Selasa 21 Oktober 2025, dilaksanakan kegiatan koordinasi kesiapsiagaan menghadapi musim pancaroba dan musim penghujan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari masing-masing kalurahan se-Kapanewon Tepus, termasuk empat anggota Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana) dari Kalurahan Tepus.

Pertemuan ini dipimpin oleh pelaksana kegiatan sekaligus narasumber dari Kapanewon Tepus, Firman Marwoto Hadi dari Jawatan Keamanan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari himbauan Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi perubahan musim. Menurutnya, kegiatan ini menjadi penting agar seluruh kalurahan dapat bersinergi dalam mitigasi bencana, terutama menjelang musim penghujan yang rawan banjir, longsor, dan angin kencang.

Narasumber pertama, Sugeng Riyanto, S.IP selaku Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kalurahan Tepus, menyampaikan pemaparan sekaligus diskusi interaktif bersama peserta. Ia menjelaskan bahwa mitigasi merupakan upaya mengurangi risiko bencana melalui pemetaan wilayah rawan serta penanganan dini terhadap potensi ancaman di lingkungan masyarakat.

Sugeng menyoroti kondisi pancaroba akhir-akhir ini yang ditandai dengan perubahan suhu ekstrem dan cuaca tidak menentu. Masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan agar tidak dehidrasi, serta melakukan langkah antisipatif seperti pemangkasan ranting pohon secara serentak untuk mencegah kabel listrik putus, pemberantasan genangan air guna mencegah DBD, dan pemantauan terhadap pohon perindang yang berpotensi tumbang. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk berhati-hati dalam membakar sampah kering agar tidak menimbulkan kebakaran lahan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya koordinasi antara pengurus Kaltana dan pemerintah kalurahan dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan mitigasi. Dalam agenda tingkat kabupaten bersama BPBD Gunungkidul, Kapanewon Tepus akan fokus pada mitigasi bencana tsunami dan kebakaran lahan. Sugeng juga mendorong Kaltana di tiap kalurahan untuk melakukan simulasi kebencanaan secara mandiri dan kontekstual dengan potensi bencana di wilayah masing-masing.

Selain itu, isu yang tak kalah penting adalah ancaman terhadap hasil pertanian akibat serangan monyet ekor panjang (MEP). Ia mengajak masyarakat untuk melakukan mitigasi mandiri serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam pengurangan risiko bencana.

Narasumber kedua, Firman Marwoto Hadi, menambahkan bahwa masyarakat diimbau untuk melaksanakan gotong royong pembersihan saluran air agar terhindar dari genangan, serta tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, ia menekankan pentingnya menyiapkan posko siaga bencana, memperbarui informasi cuaca melalui BMKG, dan mendata kebutuhan mitigasi bencana sebagai acuan dalam penanganan di lapangan.

Dari hasil koordinasi ini, para peserta memperoleh pemahaman dan strategi konkret dalam menghadapi musim pancaroba dan musim penghujan. Ke depan, masing-masing peserta diharapkan dapat menularkan hasil diskusi dan pengetahuan yang didapat kepada masyarakat di wilayahnya, agar kesadaran dan kesiapsiagaan bencana dapat meningkat. Prinsipnya, pengelolaan mitigasi bencana bisa dilakukan oleh masyarakat setempat dengan semangat gotong royong, komunikasi yang efektif, serta koordinasi berkelanjutan antara kalurahan dan pemerintah daerah.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Nur aisyah
    Nama saya aisyah ngk anak saya ad 5 anak pertama u...baca selengkapnya
    19 Juli 2026 16:19:24 WIB
  • Atikah
    Assalamualaikum.. Saya mau tanya kenapa tahun lalu...baca selengkapnya
    18 Juli 2026 22:01:16 WIB
  • M SHOLEH
    saya berpenghasilan pas Pasan kok dimasukkan desil...baca selengkapnya
    16 Juli 2026 07:36:11 WIB
  • irmayah
    sebelum covid menyerang memang saya dari keluarga ...baca selengkapnya
    09 Juli 2026 11:53:45 WIB
  • Aep Rukmana Mustopa
    Ijin bertanya, saya adalah mantan penerima bansos ...baca selengkapnya
    11 Juni 2026 09:55:53 WIB
  • Dea amelia
    Saya seorang ibu dengan 2 anak yang masih balita s...baca selengkapnya
    10 Juni 2026 07:51:55 WIB
  • kiky
    semoga bisa makin sukses...baca selengkapnya
    09 Juni 2026 10:08:36 WIB
  • Benmy praat
    Saya umur52 thn anak 2 tidak ada kerja atau pengan...baca selengkapnya
    09 Juni 2026 09:00:06 WIB
  • Melyani
    Assalamualaikum saya dari Cirebon Palimanan barat,...baca selengkapnya
    08 Juni 2026 14:22:52 WIB
  • Ika suhartika
    Nau menurunkan desil,kenapa yg kaya mendapatkan ba...baca selengkapnya
    11 Mei 2026 18:41:10 WIB
Galeri Foto
Sugeng Rawuh
Real Time
Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di DI Yogyakarta
104506
Sel, 3 Maret
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial