Berburu Ulat Jati yang Lagi Musim
Si J 20 November 2024 15:11:22 WIB
Tepus (desatepus.gunungkidulkab.go.id) - Ulat pohon jati muncul sekali setahun kini sedang musim. Warga Gunungkidul khusus nya warga Kalurahan Tepus, berburu ulat ini untuk digoreng hingga garing dan renyah.
Contoh warga di Padukuhan Pudak mulai asyik berburu entung ulat pohon jati. Salah satu warga mengaku mencari ulat itu untuk konsumsi pribadi. Begitu ditemukan, dia akan mengolahnya memakai cara yang menurutnya paling enak, dibacem.
Apakah berbahaya?
Ulat jati atau ngengat jati (Hyblaea puera) adalah serangga dari familia Lepidoptera yang dikenal sebagai hama tanaman jati. Ulat ini memiliki ciri tubuh cokelat dengan garis kuning di sisinya dan panjangnya sekitar 3,5 cm.
Melansir laman Himaba Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (FKT UGM), serangan ulat jati biasa terjadi saat pergantian musim kemarau ke musim penghujan, seperti yang terjadi saat ini.
Ulat ini akan memakan daun jati hingga menyisakan tulang daun primernya. Berdasarkan hasil penelitian Umarela dan Karepseina (2011), ulat ini akan memakan seluruh jaringan daun, dari bagian yang lunak hingga menyisakan urat dan tulang daunnya saja.
Ulat jati sering berjatuhan ke tanah sebagai bagian dari siklus hidupnya. Fenomena ini terjadi saat mereka bersiap bermetamorfosis menjadi kepompong atau ungkrung.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Anggota IKG dari Kalurahan Tepus Ikuti Syawalan di Taman Budaya Gunungkidul
- Syawalan dan Halal Bihalal Masjid Sa’adah Padukuhan Pudak
- SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1446 H
- Lurah Tepus Ikuti Sholat Ied di Lapangan Gesik, Partisipasi Masyarakat Meningkat 50%
- Malam Takbir Berlangsung Meriah, Langit Kalurahan Tepus Menyala
- Pitrahan : Adat Berbagi di Malam Hari Raya, Masih Lestari di Tepus I
- Kenduri Rioyo, Tradisi Turun Temurun yang Tetap Lestari di Kalurahan Tepus